Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Status Siaga Darurat Bencana Bali Rencana Diperpanjang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Status siaga darurat bencana Bali akan diajukan untuk diperpanjang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali. Sebelumnya, sejak 19 Oktober selama 14 hari status tersebut tersematkan akibat dampak kekeringan dan kebakaran di beberapa lokasi.
“Belum ditetapkan, masih diajukan kajian dan analisis hasil asesmen kepada Pj Gubernur Sang Made Mahendra, keputusan final tetap pada kepala daerah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Made Rentin di Denpasar, Jumat, 3 November 2023.
Berbeda dari 14 hari ke belakang, saat ini status siaga diajukan untuk mengantisipasi bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
“Untuk siaga kekeringan sampai dengan 1 November 2023 sudah berakhir, idealnya (perpanjangan status siaga darurat) 2 November. Hasil asesmen bersama BMKG dan stakeholder terkait ke depan kita waspada terhadap bencana hidrometeorologi,” ujar Rentin.
Menurutnya penyematan status siaga darurat sudah cukup, kondisi ini untuk menunjukkan komitmen kesiapsiagaan bencana karena tak hanya kekeringan, saat memasuki musim hujan juga patut diwaspadai.
Rentin menjelaskan, bencana hidrometeorologi mencakup kondisi kering maupun basah, untuk hidrometeorologi kering terjadi kemarau seperti saat ini, sementara hidrometeorologi basah disiapkan memasuki transisi ke musim hujan.
“Penetapan status siaga di samping untuk kemudahan akses pengerahan personel sumber daya manusia dan peralatan logistik, juga penting untuk menunjukkan komitmen dan keseriusan Pemprov Bali dalam melakukan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Bali kita tahu sebagai destinasi wisata internasional tentu perlu rasa aman dan juga nyaman dari ancaman bencana, bahwa kami pemda dengan stakeholders terkait telah siap,” kata dia.
Berdasarkan aturan BNPB, penetapan status kesiapsiagaan ini berlangsung 14 hari sampai dengan 1 bulan. Dari prediksi BMKG Wilayah III Denpasar, fenomena ini akan berlangsung hingga Februari 2024, sehingga BPBD Bali ambil jalan tengah yaitu mengajukan status hingga 31 Desember 2023 untuk selanjutnya dikaji tahun 2024.
Pengajuan perpanjangan status ini sebelumnya sempat disinggung Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bali Wayan Gede Eka Saputra ketika menerima kunjungan tim audit BNPB.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1495 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1253 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 704 Kali
Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia
Dibaca: 625 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 587 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung