Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,4 di Nepal Jadi 157 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korban tewas gempa magnitudo 6,4 di Jajarkot, Nepal, betambah menjadi 157 orang. Gempa tersebut mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (3/11).
Seorang pejabat distrik Jajarkot, Harish Chandra Sharma, mengatakan jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka masih bisa bertambah seiring tim mulai mencari korban selamat di lokasi.
"Jumlah korban luka bisa mencapai ratusan dan jumlah kematian juga bisa meningkat," kata Harish Chandra Sharma, seperti diberitakan Reuters, Sabtu (4/11).
Jumlah korban jiwa akibat gempa tersebut dinilai cukup tinggi meskipun kekuatan gempa tidak begitu besar.
Pejabat daerah mengatakan kualitas konstruksi yang buruk dan gempa yang terjadi ketika orang-orang masih tertidur menjadi alasan banyaknya korban jiwa.
Selain itu, tim penyelamat diperkirakan akan bekerja lebih lambat dari perkiraan karena mesti membersihkan jalanan dari tanah longsor. Helikopter dan pesawat kecil juga akan dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan.
Sebelumnya, Jajarkot diguncang gempa bumi yang sebelumnya dilaporkan sebesar magnitudo 5,6. Saat itu, pihak kepolisian Provinsi Karnali, Gopal Chandra Bhattarai, mengatakan 199 meninggal dunia dan setidaknya 100 lainnya terluka.
Gempa tersebut dilaporkan terasa hingga ke ibukota India, New Delhi, hampir 500 kilometer (km) dari pusat gempa, 42 km sebelah selatan Jumla.
Nepal terletak di garis patahan geologi utama di mana lempeng tektonik India mendorong lempeng Eurasia dan membentuk Himalaya. Oleh sebab itu, gempa bumi adalah kejadian yang biasa terjadi.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa tersebut.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan tidak ada WNI yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Tak ada pula warga negara Indonesia yang terdata sebagai korban gempa di sana.
"KBRI Dhaka telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan dilaporkan tidak ada korban WNI hingga saat ini," kata Judha melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/11).
Meski demikian, KBRI Dhaka tak menghentikan pengawasan. Mereka tetap berkomunikasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kathmandu untuk memantau kondisi.
KBRI Dhaka juga menjalin komunikasi dengan komunitas warga Indonesia di Nepal. Mereka ingin memastikan semua WNI di Nepal tak menjadi korban gempa.
"Dan memberikan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan jika terdapat gempa susulan," ujarnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan