Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Polisi Turki Tembak Gas Air Mata ke Massa Pendukung Palestina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Polisi Turki menembakkan gas air mata ke massa pendukung Palestina yang berunjuk rasa di Pangkalan Udara Incirlik pada Minggu (6/11) waktu setempat.
Pangkalan tersebut merupakan pangkalan militer yang menampung pasukan tentara Amerika Serikat di Turki. Gas air mata itu ditembak beberapa jam sebelum Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Ankara pada Minggu (5/11) malam.
Blinken memiliki agenda untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Senin (6/11). Kunjungan ini dilakukan setelah Blinken bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Minggu (5/11) kemarin.
Selain gas air mata, polisi Turki juga disebut memakai meriam air untuk membubarkan massa yang bergerak menuju pangkalan militer itu.
Dilaporkan tidak ada korban luka atau massa yang ditangkap dari aksi tersebut. Di sisi lain, pejabat AS juga tidak memberikan komentar terhadap aksi damai itu.
Berdasarkan laporan AFP, polisi mulai turun tangan ketika massa mulai menuju pangkalan militer tersebut. Massa itu melakukan aksi damai di Incirlik untuk menunjukkan solidaritas kepada Palestina di tengah perang dengan Israel.
Sekitar ratusan orang di aksi damai itu mengibarkan bendera Palestina. Mereka kemudian berlari melintasi lapangan karena dikejar oleh polisi.
Selain di pangkalan militer, AFP melaporkan terdapat sekitar seribu orang pendukung Palestina yang melakukan aksi damai di luar kantor kedutaan AS di Ankara.
Turki menjadi salah satu negara yang mengecam Israel karena melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan mendorong kejahatan perang Israel terhadap Palestina diadili di Pengadilan Kejahatan Internasional (International Criminal Court/ICC).
Keinginan untuk menyeret Israel ke pengadilan internasional disampaikan Erdogan pada rapat umum pro-Palestina baru-baru ini.
"[Turki mendukung] inisiatif yang akan membawa pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional," ujarnya seperti dikutip dari CNN, Sabtu (4/11).
"Otoritas terkait kami, khususnya Kementerian Luar Negeri, akan melaksanakan tugas ini," imbuhnya.
Tak hanya itu, Erdogan menyebut Turki juga telah mencoret Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, Netanyahu bukan lagi sosok pemimpin yang bisa diajak bicara.
Serangan Israel di Gaza, Palestina, terus bertambah hingga mencapai 9.500 orang sejak perang pecah pada 7 Oktober lalu. Dari total tersebut, 3.900 anak-anak dan 2.509 perempuan menjadi korban jiwa.
Serangan Israel juga menyebabkan 55 masjid, tiga universitas, tiga gereja, dan lima gedung milik Kementerian Wakaf dan Agama di Gaza hancur lebur.
Mengenai kerugian di sektor layanan kesehatan, 16 rumah sakit, 32 pusat layanan primer, dan 27 ambulans rusak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5888 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2586 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan