Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sekjen WHO Buka Suara Relawan Hilang Kontak di RS Al Shifa Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus buka suara soal relawan yang hilang kontak di Rumah Sakit Al Shifa, Gaza, menyusul bombardir militer Israel di kompleks tersebut.
"WHO telah kehilangan kontak dengan titik fokusnya di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, di tengah laporan mengerikan bahwa rumah sakit tersebut menghadapi serangan berulang kali," kata Ghebreyesus di X, Minggu (12/11).
Dia kemudian berujar, ada tindakan militer Israel yang sangat tidak manusiawi saat konflik terjadi.
"Ada laporan bahwa beberapa dari mereka yang melarikan diri dari rumah sakit telah ditembak, terluka, atau terbunuh."
WHO juga menerima laporan terbaru yang menyebut bahwa rumah sakit itu dikepung tank.
Ghebreyesus kemudian menyatakan, WHO sangat prihatin terhadap keselamatan petugas kesehatan, ratusan pasien yang sakit dan terluka, termasuk bayi perlu alat bantu untuk tetap hidup, serta pengungsi yang berada di rumah sakit.
WHO, lanjut dia, kembali menyerukan penerapan gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin sebagai satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa.
WHO juga menyerukan evakuasi medis yang berkelanjutan, tertib, tanpa hambatan dan aman bagi pasien yang terluka parah dan sakit.
Dia juga menyebutkan semua sandera di Gaza harus menerima perawatan medis yang sesuai dan dibebaskan tanpa syarat.
RS Al Shifa belakangan ini menjadi sasaran serangan Israel. Saksi menyebut drone mondar-mandir di kompleks fasilitas medis tersebut.
Direktur RS Al Shifa Abu Salmiya mengatakan kondisi rumah sakit dan pasien dalam keadaan kritis. RS, kata dia, juga sudah terisolasi dan menjadi target gempuran.
Lebih lanjut, Abu Salmiya mengungkapkan pihaknya sudah mengirim pesan darurat ke seluruh dunia untuk segera diselamatkan. Namun, hingga kini tak ada tanggapan.
"Kita terputus dari seluruh dunia, kita hanya berjarak beberapa menit dari kematian yang akan terjadi," ujar dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan