Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pakar: Serangan Israel Hancurkan Gaza Melebihi Bom Nuklir Hiroshima
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lembaga pemantau hak asasi manusia Eropa, Euro-Med Human Rights Monitor, menyebut Israel telah menjatuhkan lebih dari 25.000 ton bahan peledak di Jalur Gaza, Palestina, sejak 7 Oktober lalu. Jumlah ini setara dua bom nuklir.
Sebagai perbandingan, bom nuklir Little Boy yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang, selama Perang Dunia II menghasilkan 15.000 ton bahan peledak berkekuatan tinggi.
Bom tersebut menghancurkan apa pun dalam radius satu mil atau sekitar 1,6 kilometer, demikian dikutip Al Jazeera.
Berdasarkan video citra satelit, gedung-gedung di Gaza hancur lebur imbas gempuran Israel.
Menurut data terbaru dari PBB dan otoritas Palestina, serangan Israel menyebabkan 222.000 unit tempat tinggal rusak. Dari jumlah ini, 40.000 di antaranya hancur total.
Selain itu, Israel juga merusak 278 fasilitas pendidikan, 270 fasilitas kesehatan, 69 tempat ibadah, 45 ambulans, dan 11 toko roti.
Tingkat kerusakan yang parah itu lantaran Israel menggunakan rudal berpemandu presisi atau sering disebut bom pintar. Analis militer yang meliput konflik di Gaza, Elijah Magnier, mengatakan penggunaan senjata itu untuk menargetkan infrastruktur Hamas secara akurat.
"Efektivitas senjata-senjata ini dalam mencapai tujuan strategis tanpa menyebabkan kerusakan yang tak proporsional adalah mustahil," ujar Magnier.
Sebelumnya, Menteri Warisan Israel Amihay Eliyahu menyebut opsi penggunaan nuklir di Gaza.
Pernyataan itu lantas membuat dia diskors dari pemerintahan Benjamin Netanyahu.
"Pernyataan Eliyahu tidak didasarkan pada kenyataan. Israel dan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) beroperasi sesuai dengan standar tertinggi hukum internasional untuk menghindari melukai orang yang tidak bersalah," demikian bunyi pernyataan kantor Netanyahu.
Israel melancarkan agresi ke Gaza sejak 7 Oktober lalu. Hari-hari setelah itu mereka terus menyerang warga dan objek sipil.
Imbas serangan tersebut, lebih dari 11.100 warga Palestina tewas. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban jiwa itu termasuk 4.609 anak-anak dan 3.100 wanita.
Sedangkan, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 28.200 orang mengalami luka-luka.
Komunitas dan organisasi internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata, hingga sekarang desakan itu belum terlaksana.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan