Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Vaksin Rabies di Gianyar Langka, Khusus Diberi ke Korban Anjing Positif
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Stok Vaksin Anti Rabies (VAR) di Gianyar kosong melompong. Oleh sebab itu Dinas Kesehatan Gianyar selektif dalam memberikan vaksin. Diperuntukkan hanya bagi korban gigitan anjing yang dinyatakan positif rabies.
Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Dra Ni Nyoman Ariyuni. Ia mengaku stok vaksin langka merata di seluruh Bali.
"Maka kami seleksi para korban. Bagi yang memang digigit oleh hewan yang positif kami pasti tangani," jelas dia.
Kadis menyebutkan jika ada standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan menangani korban gigitan. "Kalau habis menggigit, anjingnya mati, itu artinya rabies dan kami pasti berikan VAR," jelas dia.
Kadis menjelaskan, tidak semua anjing di Gianyar terpapar rabies saat dia menggigit. Bisa saja anjing itu dikagetkan. "Anjing yang terprovokasi ketika diajak mainan, bisa menggigit. Anjing belum tentu rabies karena terawat," jelas dia.
Oleh sebab itu, Kadis mengharapkan korban gigitan jujur sejujurnya kepada petugas terkait dengan riwayat dan kronologis gigitan. "Berikan informasi yang benar ke petugas," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3886 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2843 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2042 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1992 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun