Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Israel Kelabakan Lawan Musuh di Lebanon Saat Gaza Membara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Israel disebut mulai kelabakan melawan kelompok milisi Hizbullah di perbatasan Lebanon saat konflik di Jalur Gaza, Palestina, masih membara.
Surat kabar Maariv melaporkan pertempuran di perbatasan front utara ini semakin berkobar dan mengingatkan pada peristiwa 8 Juni 1967 alias "Perang Enam Hari". Militer Tel Aviv disebut sedang menghadapi ancaman nyata dari kelompok milisi Hizbullah.
"Pada saat IDF (Pasukan Pertahanan Israel) sedang berfokus pada masalah Gaza, pembebasan korban penculikan, serta pemberantasan Hamas dan Jihad Islam, perbatasan utara menjadi masalah yang sangat mengkhawatirkan bagi puluhan ribu penduduk utara (Israel), yang menghadapi Hizbullah sebagai ancaman nyata," tulis Maariv, seperti dikutip dari Al Mayadeen.
Surat kabar itu menambahkan Israel tidak akan mampu hidup di bawah ancaman musuh, terutama di bawah hujan roket, rudal, dan berbagai jenis drone yang dilancarkan oleh militer Perlawanan Lebanon.
Ketegangan situasi ini terjadi karena Hizbullah terus meluncurkan operasi mendukung perjuangan Gaza melawan agresi Israel.
Hizbullah juga bertempur dengan Israel sebagai respons atas serangan Negeri Zionis di desa-desa Lebanon selatan yang telah mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas, termasuk tiga anak dan seorang jurnalis.
Menurut Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, Israel saat ini semakin melemah di Lebanon selatan seiring dengan hilangnya berbagai front Tel Aviv imbas berfokus pada agresi di Gaza.
Nasrallah menegaskan tindakan brutal Negeri Zionis di Gaza telah "mengirim pesan" ke Lebanon dan membuktikan bahwa Israel telah membuat kesalahan serta tak belajar dari masa lalu.
"Itu (Israel) tidak akan mencapai tujuannya, pembantaian yang telah dilakukannya sepanjang sejarah, termasuk Deir Yassin menjadi bukti kegagalannya," katanya, dalam pernyataan pada 11 November.
Nasrallah juga menyinggung bahwa Israel sudah mengakui ada peningkatan serangan yang signifikan dari Hizbullah Lebanon sehingga membuat Tel Aviv ketar-ketir.
"Meningkatnya tingkat kecemasan Israel menyebabkan tingkat ancaman terhadap Lebanon juga meningkat," ucapnya.
Meski begitu, terlepas dari ancaman yang dihadapi Lebanon dan tentangan dari sejumlah pihak, menurut Nasrallah, "ada sikap umum di Lebanon tentang solidaritas dengan Gaza dan dukungan atau pemahaman untuk operasi Perlawanan (Lebanon)."
Konflik di Gaza yang pecah 7 Oktober lalu memang telah meluas ke berbagai wilayah, salah satunya Lebanon.
Milisi di Lebanon selatan, Hizbullah, ikut bertempur dengan militer Israel demi membantu Hamas melawan agresi Tel Aviv.
Setidaknya 70 anggota Hizbullah dan 10 warga sipil tewas dalam pertempuran dengan Israel. Di pihak Israel, 10 anggota militer Negeri Zionis juga dilaporkan tewas.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan