Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kasus Dana SPI Unud, Hotman Sebut Puluhan Rektor Lainnya Juga Bisa Terancam Pidana
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea memutuskan untuk memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada tersangka kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa jalur mandiri Rektor non aktif Universitas Udayana (Unud), Prof I Gede Nyoman Antara.
Menurut Hotman, pihaknya mencium ketidakwajaran dalam kasus tersebut, di mana seorang rektor dituduh melakulan tindak pidana korupsi. Sedangkan uang SPI tersebut 100 persen masuk ke kas universitas. Bahkan dalam surat dakwaan disebutkan bahwa satu perak pun tidak ada aliran uang dari rekening universitas yang masuk ke rekening Rektor.
"Kami terpanggil dengan masalah ini, kami tim penasehat hukum dari Rektor, Prof Antara membela dengan gratis, hati kami terpanggil karena melihat ketidakadilan ini. Kami menilai kasus ini mengandung ketidakadilan, pelanggaran hak asasi manusia, benar benar pelanggaran yang dipertontonkan kepada masyarakat," kata Hotman, Senin (20/11/2023) di Kopi Johny, Sunset Road, Badung.
Bagi timnya, hal ini adalah hal yang menggelikan dan lucu dimana surat dakwaan jaksa disebutkan uang dana SPI itu sebagai penerimaan negara, tetapi malah disebutkan itu kerugian negara.
"Tentu saja logikanya tersebut tidak nyambung, bagaimana bisa penerimaan itu kan surplus, tapi dianggap sebagai kerugian negara," sebutnya.
Selain itu, soal SK rektor terkait pemungutan dana SPI ini juga sudah dilakukan selama bertahun-tahun dan itu bukan merupakan tindak pidana. Bahkan, kata dia, sejak lama lebih dari 50 universitas negeri lainnya juga memungut dana SPI dan setiap tahun diaudit Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.
"Jadi saya mengimbau kepada bapak Ketua Mahkamah Agung (MA), Ketua Pengadilan Tinggi Bali agar kasus ini benar benar diatensi. Benar benar ada drama gak bisa diterima, kok bisa lembaga penegak hukum melakukan hal seperti ini kepada seorang guru besar, kalau MA tidak atensi, sudah kelewatan ini," katanya.
Pihaknya juga mengimbau Kementrian Pendidikan juga untuk bersuara karena para rektor universitas lainnya juga terancam pidana karena memungut dana SPI.
"Kalau tidak disuarakan secara benar bahwa ini sah dan legal, begitu juga kepada Komisi III DPRD Bali, mohon ikut bersuara atas drama yang sangat menggelikan ini," ujarnya.
"Kalau pun itu penerimaan negara tidak sah, uang mahasiswa masuk ke universitas artinya negara diuntungkan. Universitas yang selama ini dibiayai negara tentu akan diringankan karena dana itu juga digunakan untuk kepentingan universitas," tutupnya.
Hotman rencananya menggunakan SK dari puluhan Rektor Universitas Negeri lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Badung (ITB), dan lainnya yang juga memungut dana SPI sebagai pengajuan penangguhan penahanan tersangka dalam sidang berikutnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan