Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
PM Qatar Buka Suara Soal Doha Jadi Mediator Negosiasi Israel-Hamas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Mohammed bin Abdulrahman Al Thani buka suara usai Qatar menjadi mediator negosiasi Israel dan Hamas.
Al Thani mengatakan mediasi itu menghadapi tantangan "yang sedikit" terkait kesepakatan untuk membebaskan lebih dari 200 sandera di Gaza.
Eks Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed juga melontarkan komentar serupa.
"Tantangan yang masih ada dalam negosiasi ini sangat kecil. Itu lebih bersifat logistik, lebih bersifat praktis," ujar Mohammed, dikutip Al Jazeera, Selasa (21/10).
Di kesempatan terpisah, Mohammed juga mengungkapkan Hamas dan Israel kian dekat mencapai kesepakatan.
Salah satu sumber yang mengetahui negosiasi ini mengatakan pada 15 November Qatar mengupayakan kesepakatan Israel dan Hamas untuk menukar 50 tawanan sebagai imbalan gencatan senjata tiga hari.
Lebih lanjut, dia menerangkan pada saat itu pejabat tersebut mengatakan garis besar telah disepakati. Namun, Israel masih perlu merundingkan rincian-rincian yang lain.
Akhir pekan lalu, media Amerika Serikat melaporkan kesepakatan tentatif antara Israel dan Hamas telah tercapai. Mereka setuju membebaskan perempuan dan anak yang disandera dengan imbalan penghentian peperangan.
Salah satu sumber dalam laporan itu menyebut semua pihak akan menghentikan operasi tempur setidaknya lima hari dan tawanan akan dibebaskan dalam kelompok kecil.
Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut. Mereka menyatakan pembicaraan soal negosiasi masih berlangsung.
Qatar menjadi perantara dalam negosiasi untuk membebaskan mereka yang ditawan usai Hamas melancarkan serangan ke Israel pada 7 Oktober.
Usai serangan Hamas, Israel mendeklarasikan perang dan melancarkan agresi ke Palestina.
Tak lama setelah itu, mereka memblokade total Jalur Gaza dan sangat membatasi bantuan kemanusiaan.
Selama agresi, Israel menggempur warga dan objek sipil seperti rumah sakit, sekolah, hingga tempat ibadah. Imbas gempuran itu, lebih dari 13.300 jiwa di Palestina meninggal.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan