Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Israel Hancurkan Drainase, Kamp Pengungsi di Jabalia Gaza Kebanjiran
beritabali.com/cnnindonesia.com/Israel Hancurkan Drainase, Kamp Pengungsi di Jabalia Gaza Kebanjiran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kamp pengungsi di Jabalia, Jalur Gaza, banjir gegara gempuran pasukan Israel dan hujan di wilayah tersebut.
Israel telah menghancurkan sistem pembuangan limbah atau drainase di Gaza sehingga banjir kini memenuhi jalan-jalan, demikian dikutip Al Jazeera.
Banjir itu menambah derita warga Gaza saat bantuan kemanusiaan yang minim dan ancaman krisis pangan.
Dalam salah satu video yang dirilis jurnalis Al Jazeera tampak seorang remaja laki-laki berjalan di air kotor setinggi lutut di kamp pengungsi Jabalia.
Dia menyusuri banjir itu sembari membawa jenazah yang dibungkus kain kafan dan disebut sebagai salah satu saudara kandungnya.
Di rekaman tersebut juga terlihat seseorang menggendong perempuan di tengah banjir. Selain itu tampak ambulans, mobil, dan bangunan yang hancur di tengah banjir.
Banjir juga melanda kamp pengungsian di Rafah.
Orang-orang di kamp pengungsian di Rafah terlihat berusaha membuat diri tetap kering. Mereka membawa ember pasir untuk menutupi genangan air di dalam atau di sekitar tenda dan menggantungkan pakaian yang basah, demikian dikutip The Guardian.
Kepala Badan Pengungsi di Palestina PBB (UNRWA) Philippe Lazzarini menggambarkan situasi di Gaza bak "neraka di bumi."
"Warga Palestina menghadapi babak tergelap dalam sejarah mereka sejak tahun 1948, dan ini merupakan sejarah yang menyakitkan," kata Lazzarini.
Jumlah warga di Rafah kini mencapai lebih dari satu juta, dulu padahal kota ini menjadi rumah 280.000 orang.
Palestina, lanjut dia, kekurangan infrastruktur dan sumber daya untuk mendukung populasi.
Israel melancarkan agresi ke Palestina pada 7 Oktober. Mereka juga mendeklarasikan perang melawan Hamas.
Selama operasi, Israel menyerang warga dan objek sipil seperti rumah sakit, kamp pengungsi, serta infrastruktur penting lain.
Imbas serangan Israel, lebih dari 18.000 jiwa di Palestina meninggal.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan