Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Netanyahu Tolak Gencatan Senjata, Bersikeras Menang Total Atas Hamas
beritabali.com/cnnindonesia.com/Netanyahu Tolak Gencatan Senjata, Bersikeras Menang Total Atas Hamas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa kemenangan total di Gaza berada dalam jangkauannya, dan menolak tawaran terbaru dari Hamas untuk melakukan gencatan senjata.
Netanyahu memperbarui janjinya untuk menghancurkan gerakan Islam Palestina, dengan mengatakan tidak ada alternatif lain bagi Israel selain menyebabkan keruntuhan Hamas.
"Sehari setelahnya adalah hari setelah Hamas. Seluruh Hamas," katanya pada konferensi pers, dan menegaskan bahwa kemenangan total melawan Hamas adalah satu-satunya solusi terhadap perang Gaza, melansir Reuters, Rabu (7/2).
Hamas telah mengusulkan gencatan senjata di Gaza selama empat setengah bulan, di mana semua sandera akan dibebaskan, Israel akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza, dan kesepakatan akan dicapai untuk mengakhiri perang.
Tawaran Hamas, yang isinya pertama kali dilaporkan oleh Reuters, merupakan tanggapan terhadap proposal sebelumnya yang dibuat oleh kepala mata-mata AS dan Israel serta disampaikan ke Hamas pekan lalu oleh mediator Qatar dan Mesir.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membahas tawaran tersebut dengan Netanyahu setelah tiba di Israel setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Qatar dan Mesir, negara-negara yang bertindak sebagai mediator.
Blinken kemudian bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah.
Israel memulai serangan militernya setelah militan dari Gaza yang dikuasai Hamas menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang di Israel selatan pada 7 Oktober.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 27.585 warga Palestina dipastikan tewas, dan ribuan lainnya dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan.
Sejauh ini hanya ada satu gencatan senjata, yang hanya berlangsung seminggu pada akhir November 2023 lalu.
Israel sebelumnya mengatakan mereka tidak akan menarik pasukannya keluar dari Gaza atau mengakhiri perang sampai Hamas dilenyapkan.
Namun sumber-sumber menggambarkan Hamas mengambil pendekatan baru terhadap tuntutan lamanya untuk mengakhiri perang, dan kini mengusulkan hal ini sebagai masalah yang harus diselesaikan dalam perundingan di masa depan dan bukan sebagai syarat untuk gencatan senjata.
Sebuah sumber yang dekat dengan perundingan mengatakan usulan tandingan Hamas tidak memerlukan jaminan gencatan senjata permanen sejak awal, namun mengakhiri perang harus disepakati sebelum sandera terakhir dibebaskan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan