Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Lonjakan Suara PSI Dinilai Janggal, KPU Klaim Rekapitulasi Diawasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali angkat suara soal kenaikan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara signifikan dan dianggap janggal dalam waktu kurang dari dua hari.
Komisioner KPU, Idham Kholik memastikan proses rekapitulasi berjenjang yang saat ini sedang berlangsung mulai tingkat kecamatan telah diawasi secara ketat. Bukan hanya oleh Bawaslu dan saksi, namun juga oleh masyarakat dan jurnalis.
"Proses rekapitulasi secara berjenjang dilakukan secara terbuka tidak hanya disaksikan oleh saksi dan diawasi oleh Bawaslu, tetapi dipantau oleh pemantau terdaftar dan disaksikan oleh masyarakat serta diliput oleh jurnalis media," ucap Idham saat dihubungi, Minggu (3/3).
KPU, kata Idham, baru akan mengumumkan secara resmi hasil Pemilu dan Pilpres 2024 setelah rekapitulasi tingkat nasional rampung pada 20 Maret mendatang.
Menurutnya, UU Pemilu telah memerintah KPU beserta badan ad hoc, seperti PPK di daerah melakukan rekapitulasi secara berjenjang. Kata Idham, rekapitulasi tersebutlah yang akan ditetapkan oleh KPU secara resmi. Sementara, Sirekap tak lebih hanya alat bantu publikasi foto formulir model C.Hasil yang diunggah oleh KPPS.
"Data resmi hasil pengitungan perolehan suara peserta pemilu adalah berdasarkan hasil rekapitulasi berjenjang. Mari kita tunggu hasil rekapitulasi berjenjang tersebut sampai dengan selesai," katanya.
Kenaikan suara PSI secara signifikan hingga 3,13 persen dalam waktu 30 jam dikritik sejumlah pihak.
Koalisi Masyarakat Sipil menduga kuat penghitungan suara telah direkayasa untuk mewujudkan keinginan Jokowi, yaitu memenangkan paslon Prabowo-Gibran, meloloskan PSI ke parlemen, dan menggerus suara PDIP.
Sementara, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie menilai peningkatan suara PSI dalam beberapa jam terakhir sebuah hal wajar.
Grace mengingatkan penghitungan suara masih berlangsung. Menurutnya, masih ada sekitar 70 juta suara yang belum masuk Sirekap. Sebagian suara yang belum masuk pun adalah basis massa PSI.
"Apalagi hingga saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat," ujarnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5956 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan