Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Uni Eropa Buka Koridor Laut Untuk Kirim Bantuan ke Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan koridor laut untuk pengiriman bantuan ke Jalur Gaza, Palestina, akan mulai dibuka akhir pekan ini.
"Kami sebentar lagi akan membuka koridor ini, mudah-mudahan bisa dilakukan pada Sabtu-Minggu ini. Saya sangat senang melihat uji coba awal akan diluncurkan hari ini," kata von der Leyen usai mengunjungi fasilitas di Larnaca, Siprus, Jumat (8/3).
Von der Leyen menyebut Uni Eropa telah bekerja sama dengan AS dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk meluncurkan koridor maritim Siprus guna mengirim bantuan via laut.
Diberitakan Reuters, pembukaan ini dilakukan usai Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Washington berencana membangun "dermaga sementara" di pantai Mediterania Gaza.
Meski begitu, para pejabat AS mengatakan pembangunan dermaga bisa memakan waktu sampai berminggu-minggu.
Juru bicara Pentagon Mayor Jenderal Angkatan Udara Patrick Ryder mengatakan perencanaan untuk sistem pelabuhan sementara masih dalam tahap awal dan butuh sekitar 60 hari untuk menyelesaikannya.
"Ini akan memakan waktu untuk membangunnya," kata Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron kepada wartawan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah mewanti-wanti bahwa 2,3 juta warga Palestina saat ini telah dilanda kelaparan. Sejumlah anak juga dilaporkan telah meninggal dunia akibat kekurangan gizi.
PBB pun menilai pembukaan jalur darat harus tetap menjadi prioritas utama.
"Ada cara yang lebih mudah dan lebih efisien untuk membawa bantuan, dan itu adalah melalui penyeberangan jalan yang menghubungkan Israel dengan Gaza," kata Juliette Touma, juru bicara badan bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA), seperti dikutip Reuters.
Pembukaan jalur laut ini sendiri memang membuat sejumlah pihak kecewa lantaran dinilai terlalu rumit dan butuh waktu lama.
Michael Fakhri, pelapor khusus PBB tentang hak atas pangan, menyayangkan AS yang saat ini malah membahas rute pengiriman bantuan baru alih-alih memperjuangkan jalur darat.
Pasalnya, jalur darat bisa digunakan untuk penyaluran bantuan secara cepat. Jalur itu bahkan dikontrol oleh sekutu AS sendiri.
"Dari perspektif kemanusiaan, dari perspektif internasional, dari perspektif hak asasi manusia, itu tidak masuk akal," katanya.
Israel selama ini membantah telah memblokir bantuan melalui dua pos pemeriksaan di selatan Gaza. Negeri Zionis justru menyalahkan PBB serta badan-badan lain karena gagal mengangkut dan mengirimkan bantuan ke daerah kantong itu.
Badan-badan kemanusiaan menyatakan nyaris tidak mungkin bagi mereka untuk berlalu-lalang di zona perang. Israel sementara itu punya tanggung jawab untuk memastikan akses yang aman bagi badan-badan kemanusiaan di Gaza.
Agresi Israel di Gaza saat ini telah menewaskan lebih dari 30.900 orang. Mayoritas anak-anak dan perempuan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan