Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
PDIP Diprediksi Tak Bisa Usung Capres Sendiri Pada 2029
BERITABALI.COM, NASIONAL.
PDI Perjuangan yang selama beberapa pemilu terakhir bisa bisa mengusung calon presiden sendirian, kini diprediksi tak akan bisa lagi melakukan hal serupa pada Pilpres 2029.
Perolehan suara di kursi DPR yang anjlok pada Pemilu 2024 jadi dalang utama. PDIP pun diprediksi tak akan bisa mengusung calon presiden tanpa bantuan partai lain.
Perolehan suara partai yang identik dengan banteng itu turun cukup drastis. Pada 2019 lalu, PDIP meraih total suara 27.503.961. Namun di Pemilu 2024 ini suara PDIP turun 2,1 juta menjadi 25.387.278 suara atau setara 16,72 persen dari total suara sah di Pemilu 2024.
Jika merujuk pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, disebutkan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden diusung oleh parpol atau gabungan parpol.
Kemudian, di pasal 22 UU Pemilu disebutkan juga bahwa parpol atau gabungan parpol harus memenuhi ambang batas pencalonan (presidential threshold) untuk bisa mengusung capres dan cawapres.
Partai atau gabungan partai itu baru bisa mengusung jika sudah memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari total kursi di DPR. Atau juga memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu sebelumnya.
Sementara itu, bukan hanya perolehan suara yang anjlok, jumlah kursi yang diterima PDIP di Senayan juga diprediksi mengalami penurunan.
Pada 2019 partai ini berhasil mengantongi 128 kursi, namun di 2024 PDIP diproyeksi hanya mendapat jatah 110 kursi. Dengan begitu, dari total keseluruhan 580 kursi yang ada di DPR, PDIP hanya berhasil menguasai 18,97 saja.
Proyeksi ini memang belum sah. KPU sendiri belum menetapkan perolehan kursi DPR untuk delapan parpol yang lolos ke Senayan. Prediksi ini merupakan pengolahan catatan CNNIndonesia.com dengan menggunakan metode Sainte Lague.
KPU memang telah mengumumkan [perolehan suara sah untuk Pileg dan menyatakan bahwa PDIP adalah partai dengan perolehan suara terbanyak.
Tapi, Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari menyebut penghitungan suara kursi DPR akan dilakukan setelah proses sengketa perselisihan hasil pemilihan umum di Mahkamah Konstitusi selesai.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan