Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bus Mudik Dilarang Lewat 3 Jalur Turunan Ekstrem di DIY
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melarang seluruh kendaraan bus untuk melintasi tiga turunan curam di wilayahnya yang mampu membahayakan keselamatan penumpang sepanjang mudik">arus mudik libur lebaran 2024.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Alfian Nurrizal menerangkan ketiga titik turunan itu antara lain kawasan Bukit Bego Jalan Imogiri-Mangunan dan Cinomati di Kabupaten Bantul, serta destinasi wisata Tebing Breksi di Sleman.
Larangan ini dikeluarkan berdasarkan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta kejadian-kejadian kecelakaan lalu lintas berat pada tiga lokasi tersebut.
Kata Alfian, larangan hanya sebatas melintasi turunan. Kendaraan bus masih diperkenankan melewati jalan menanjak atau arah sebaliknya.
"Kami sudah memberikan imbauan dan juga melakukan rekomendasi bersama KNKT atas rapat itu bahwa untuk jalur tersebut tidak dilalui untuk jalur yang akan menurun, tapi yang bisa untuk menuju, artinya kalau menanjak," kata Alfian di Mapolda DIY, Sleman, Rabu (3/2).
Menurut Alfian, bus yang hendak turun melalui tiga jalur tersebut bakal dialihkan melewati jalur alternatif lain yang lebih aman.
Ditlantas Polda DIY sudah mengkalkulasi waktu yang dibutuhkan untuk memutar via jalur alternatif hanya berkisar satu jam ketimbang mengambil risiko yang tidak diinginkan.
"Larangan kami berlakukan untuk semua bus, kalau elf masih bisa, roda dua dan roda empat lainnya masih bisa," tambahnya.
Alfian menerangkan, di Bukit Bego terdapat jalur turunan ekstrim dengan karakteristik jalan sangat panjang dan curam disertai belokan tajam. Februari 2024 lalu terjadi kecelekaan menewaskan tiga penumpang ketika sebuah bus pariwisata menuruni jalur ini.
Kondisi di Cinomati tak jauh berbeda. Jalanan ini memiliki turunan panjang dan berkelok, belum lagi dimensinya yang sempit.
"Walaupun memiliki kelihaian mengemudi atau mungkin rem anginnya baik, tapi kita tidak tahu kondisi pada saat di jalan, dan mungkin hujan, itu yang akan kita antisipasi," ucapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Rizki Budi Utomo menyebut Bukit Bego Jalan Imogiri-Mangunan, Bantul biasanya menjadi jalur utama yang dilalui rombongan wisatawan. Rutenya, Tebing Breksi ke Puncak Becici, berakhir Pantai Parangtriris atau sebaliknya.
"Menurut teman-teman di pariwisata pola paket travelnya memang seperti itu. Ada yang dari Breksi, Becici, dan berakhir di Parangtritis atau sebaliknya," ujar dia.
Maka dari itu, Dishub DIY meminta bus yang hendak melalui kawasan Bukit Bego wajib dalam kondisi prima, dibuktikan dengan hasil uji kendaraan bermotor (KIR) termutakhir. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan