Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Bangga, Ketut Edy Jadi Pengajar Bahasa Bali di Universitas Ternama di Amerika Serikat
bbn/kompas.com/Bangga, Ketut Edy Jadi Pengajar Bahasa Bali di Universitas Ternama di Amerika Serikat.
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bahasa Bali kini bisa dikenal dunia dan diajarkan di universitas ternama di Amerika Serikat.
Melalui pengajaran Dosen Politeknik Negeri Bali (PNB) Ketut Edy, bahasa dan budaya Bali diperkenalkan di University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat.
"Pengalaman mengajar bahasa Bali di University of Wisconsin ini tidak hanya mengasah kemampuan mengajar saya, tetapi juga membuka mata terhadap keanekaragaman budaya dan bahasa di dunia," terang Ketut Edy seperti dikutip dari laman Direktorat Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Rabu (10/4/2024).
Menurut Ketut Edy, melalui pengalaman mengajar di University of Wisconsin Madison, ia tidak hanya berbagi pengetahuan tentang bahasa dan budaya Indonesia. Tetapi juga belajar banyak dari interaksi dengan mahasiswa dan staf.
"Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan yang telah memperkaya hidup secara pribadi dan profesional," urainya.
Dia berharap, melalui pengalaman ini, dapat terus berkontribusi dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Bali kepada dunia. Kesempatan untuk mengajar bahasa Bali di University of Wisconsin sendiri, tidak lepas dari program Southeast Asian Studies Summer Institute (SEASSI) yang pernah ia ikuti pada tahun 2012 lalu.
SEASSI sendiri merupakan program intensif di University of Wisconsin Madison yang menawarkan lingkungan belajar yang ideal bagi mereka yang tertarik pada studi Asia Tenggara. Awalnya, dia diperkenalkan dengan SEASSI oleh Dr. Amelia, teman dari Australian Indonesian Youth Exchange Program (AIYEP) 98, di sebuah reuni kecil di Bali.
"Dari sana kesempatan untuk mengajar bahasa dan budaya Indonesia terbuka," imbuh Ketut Edy.
Ketut Edy menambahkan, pengalaman mengajarkan bahasa Bali dan budaya Indonesia di depan mahasiswa internasional sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, Ketut Edy juga sempat mengajar bahasa Indonesia kepada mahasiswa Jerman.
"Jadi, tugas mengajar bahasa Bali bukanlah hal baru bagiku. Sebelumnya, saya telah mengajar bahasa Indonesia kepada mahasiswa magang dari Jerman secara freelance serta mahasiswa Darmasiswa," beber Ketut Edy.
Permintaan dari University of Wisconsin untuk mengajar bahasa Bali merupakan tantangan baru yang dia terima dengan senang hati. Di University of Wisconsin, Ketut Edy disambut dengan orientasi dan perkenalan dengan guru dan mahasiswa. Selama dua bulan di University of Wisconsin, ia juga terlibat dalam berbagai aktivitas dan tidak hanya fokus pada pembelajaran formal. Ia terlibat mulai dari pembuatan bahan ajar mandiri hingga tantangan mengajar bahasa Bali sebagai bahasa pengantar.
Tetapi juga menggelar berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan Bali kepada mahasiswa. "Saya juga turut mengajar bahasa Indonesia di sana," tandas Ketut Edy.
Kegiatan ekstrakurikuler, lanjut Ketut Edy, salah satunya adalah membuat drama yang melibatkan tiga bahasa yakni Indonesia, Bali, dan Jawa.
Momen puncak adalah ketika Ketut Edy dan para murid serta guru menyanyikan lagu-lagu tradisional, seperti "Jangi Janger" dari Bali dan "Bengawan Solo" dari Jawa, dan lain-lain.
"Melalui lagu-lagu ini, kami merasakan kekayaan budaya yang luar biasa dari Indonesia sehingga memberikan pengalaman yang lebih dalam tentang, keberagaman budaya Indonesia," pungkas Ketut Edy. (sumber: kompas.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan