Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pakar Respons TNI Ubah Istilah KKB di Papua Jadi OPM
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi berpendapat perubahan penyebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Separatis Teroris menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM), tidak berarti apa-apa tanpa perubahan kebijakan negara.
"Saya ingin mengingatkan TNI bahwa inisiatif perubahan atribusi itu sebenarnya tidak berarti apa-apa tanpa adanya perubahan kebijakan atau keputusan politik negara," kata Fahmi saat dihubungi, Rabu (17/4).
Ia menilai tanpa perubahan status dari kelompok kriminal bersenjata menjadi gerakan separatis bersenjata secara resmi oleh negara, perubahan bentuk operasi militer selain perang (OMSP) TNI di Papua tetap sulit dilakukan.
Hal itu lantaran setiap tindakan TNI harus mengacu pada perintah Presiden selaku panglima tertinggi.
"Sepanjang tidak ada perubahan kebijakan dan keputusan negara, maka OMSP TNI di Papua masih akan sama seperti sebelumnya, yaitu OMSP perbantuan pada Polri dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban," katanya.
"Bukan OMSP dalam rangka mengatasi gerakan separatis maupun pemberontakan bersenjata," imbuh dia.
Di sisi lain, menurutnya, pemerintah saat ini sudah meyakini bahwa masalah Papua harus diselesaikan dengan cara-cara yang komprehensif dan lintas sektor.
Menurutnya, hal itu bukan berarti pemerintah tidak boleh lagi melibatkan TNI dan Polri dalam penyelesaian masalah Papua.
"Justru yang diharapkan adalah adanya distribusi peran yang lebih relevan. Pendekatan keras dilakukan oleh TNI terhadap kelompok separatis dan oleh Polri terhadap pelaku kejahatan dan pengacau keamanan. Sedangkan pendekatan lunak dilakukan multi-sektor oleh kementerian/lembaga pemerintahan lainnya," katanya.
Sebelumnya, TNI mengubah penyebutan KST/KKB di Papua menjadi OPM.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan pergantian nomenklatur tersebut mengikuti penggunaan nama yang dipakai oleh kelompok itu sendiri.
"Jadi dari mereka sendiri menamakan mereka adalah TPNPB, tentara pembebasan nasional Papua Barat, sama dengan OPM," ujar Agus di Wisma A. Yani, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).
Agus menyebut OPM telah melakukan teror dalam berbagai bentuk, mulai dari pembunuhan hingga pemerkosaan, baik kepada masyarakat maupun aparat keamanan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan