Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perang Pecah di Perbatasan Myanmar-Thailand, Ribuan Warga Mengungsi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang antara junta Myanmar dan kelompok pemberontak etnis minoritas pecah di perbatasan timur Myanmar dengan Thailand, Sabtu (20/4). Imbas pecahnya perang ini, sekitar 3.000 warga sipil mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Para pemberontak sebelumnya berhasil merebut Kota Myawaddy, pusat perdagangan di sisi perbatasan Myanmar pada 11 April. Ini merupakan pukulan bagi militer yang sedang berjuang untuk memerintah dan menghadapi ujian kredibilitas di medan perang.
Melansir Reuters, para saksi mata di perbatasan Thailand dan Myanmar mengaku mendengar ledakan dan tembakan senapan mesin berat di dekat sebuah jembatan strategis sejak Jumat malam hingga Sabtu.
Lembaga penyiaran Thailand, NBT, dalam sebuah postingan di X, mengatakan pasukan pemberontak menggunakan senapan mesin 40 mm dan menjatuhkan 20 bom dari pesawat tak berawak untuk menargetkan sekitar 200 tentara junta yang telah mundur dari serangan pemberontak.
Sementara itu, MRTV yang dikelola pemerintah Myanmar dalam siaran berita malamnya mengatakan milisi dan pemberontak etnis minoritas telah menggunakan penembakan dan pengeboman yang berlebihan untuk menyerang pasukan junta.
Oleh karena itu, pasukan pemerintah merespons dengan serangan udara untuk mencoba menjaga stabilitas. Mereka mengatakan bahwa para pemberontak mundur setelah mengalami kekalahan.
Kendati demikian, Reuters belum bisa segera memverifikasi laporan-laporan mengenai pertempuran tersebut.
Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin mengatakan pihaknya ikut memantau dengan seksama situasi ini. Ia juga mengatakan bahwa Thailand siap untuk memberikan bantuan kemanusiaan jika diperlukan.
Menurut data yang dikumpulkan oleh militer Thailand dan pemerintah provinsi, 3.027 orang pada hari Sabtu telah menyeberangi perbatasan untuk mencari perlindungan sementara di kota Mae Sot.
Srettha mengaku sudah menginstruksikan semua lembaga Thailand untuk mempersiapkan diri untuk semua situasi dan akan mengunjungi daerah perbatasan pada hari Selasa.
"Saya tidak ingin melihat bentrokan semacam itu berdampak pada integritas teritorial Thailand dan kami siap untuk melindungi perbatasan kami dan keselamatan rakyat kami," katanya di X.
Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan pihaknya berharap situasi akan segera normal kembali dan telah mendesak pemerintah Myanmar untuk memastikan pertempuran tidak meluas ke perbatasan.
"Kami telah memberi tahu kedutaan besar Myanmar di Thailand agar Myanmar berhati-hati agar tidak melanggar wilayah kedaulatan Thailand dan wilayah udara dan mempengaruhi keselamatan orang-orang di perbatasan," kata juru bicara Nikorndej Balankura. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan