Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Yacht Berbendera Norwegia Alami Mati Mesin di Perairan Selat Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebuah kapal Yacht diawaki warga negara asing (WNA) asal Norwegia mengalami mati mesin di sekitar Perairan Selat Badung, Minggu (28/4/2024).
Ciri-ciri kapal, berwarna putih dengan panjang 17 meter, dan berbendera Norwegia. Warga asing dengan inisial TS, usia 50 tahun, berlayar dari Dili (Timor Leste) hendak menuju Serangan, Denpasar.
Informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pada pukul 18.20 WITA dari rekan korban.
"Keterangan pelapor menyebutkan bahwa penyebab mesin kapal mati karena kehabisan bahan bakar," terang Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, Senin, (29/2/2024) di Denpasar.
Dari perkiraan perhitungan, posisi kapal berada di koordinat 8°50.297'S 115°22.168'E. Bersamaan dengan pemberangkatan personel pada malam kemarin, koordinasi dengan pihak agen kapal juga terus diupayakan.
Untuk bisa memantau posisi kapal yacht, petugas siaga melakukan komunikasi secara berkala dengan VTS Benoa. Tim SAR yang berjumlah 6 orang, bergerak dari Pelabuhan Benoa dengan menggunakan Rigid Inflatabel Boat (RIB).
"Tim langsung bergerak menuju perkiraan lokasi, tentunya pergerakan malam kemarin cukup berisiko dengan situasinya jarak pandang terbatas," ujarnya.
Pada pukul 23.16 WITA tim SAR tidak dapat melanjutkan pencarian karena terkendala kondisi alun mencapai 2 hingga 4 meter.
"Pagi ini tim kembali bergerak melakukan pencarian dan lepas sandar dari Pelabuhan Benoa pada pukul 07.00 WITA. Tak lama berselang kembali diperoleh informasi dari VTS Benoa bahwa kapal Yacht terdeteksi sudah memasuki Perairan Serangan," katanya.
Selanjutnya tim SAR melakukan pengecekan ke lokasi dan pada pukul 07.45 WITA telah menemukan kapal yacht tersebut. Dimana posisi sudah berada mendekati Serangan.
"Ia berhasil berlayar dengan membuka layar kapal dan mengandalkan angin hingga bisa sampai dengan selamat," pungkas Sidakarya.
Selanjutnya RBB (Rigit Bouyancy Boat) merapat ke Kapal Yacht dan memberikan bantuan bahan bakar. Pergerakan kapal terus dipantau hingga akhirnya sudah merapat di Pelabuhan Serangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan