Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Menteri Israel 'Ngoceh' Minta Bunuh Semua Tahanan dari Palestina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir baru-baru ini mengoceh pernyataan kontroversial soal warga Palestina yang menjadi tahanan.
Menurut laporan Times of Israel yang dikutip Middle East Monitor, Gvir bertanya ke Kepala Staf Militer Herzi Halevi soal jumlah tahanan yang kian membludak.
Gvir langsung menimpali bahwa mereka seharusnya dieksekusi sebagai solusi menghadapi kepadatan penduduk di Israel.
"Mengapa banyak sekali penangkapan? "Tidak bisakah kamu membunuh beberapa? Apakah Anda ingin memberitahu saya bahwa mereka semua menyerah? Apa yang harus kita lakukan terhadap begitu banyak orang yang ditangkap? Itu berbahaya bagi para prajurit," ujar Gvir saat menghadiri rapat kabinet keamanan Israel, Senin (29/4).
Pernyataan Gvir mendapat respon langsung dari Halevi yang menyatakan bahwa pihaknya hanya menembak orang yang melawan Israel.
"Berbahaya bagi siapa? Kami tidak menembak orang yang keluar dengan tangan terangkat. Kami menembak mereka yang melawan kami. Tidak ada dilema di sini. Mereka yang menyerah, kami tangkap," ungkap Halevi.
Gvir juga disebut meminta militer agar menjadikan perempuan dan anak-anak di Jalur Gaza sebagai tameng saat di medan tempur.
Sebelumnya, menteri Israel yang membenci Palestina tersebut baru saja terlibat kecelakaan lalu lintas hingga mobil terbalik usai disebut menerobos lampu merah pada Jumat (26/5).
Baca juga:
israel" target="_self" title="ICJ Putuskan Tuntutan Nikaragua ke Jerman Soal Bantu 'Genosida' Israel">ICJ Putuskan Tuntutan Nikaragua ke Jerman Soal Bantu 'Genosida' Israel
Namun, ia sempat membenarkan dirinya yang menerobos lampu merah dan menyatakan bahwa dia sebagai "salah satu orang yang paling terancam di Israel."
Ia juga menyangkal dengan kedok dirinya diharuskan beroperasi berdasarkan situasi darurat, "terutama pada waktu-waktu dan tempat dengan risiko yang lebih tinggi."
Gvir juga pernah terlibat cekcok dengan Menteri Pertahanan Israel soal penyusup di dalam rapat kabinet perang. Ia turut menuduh anggota Kabinet Perang Israel Benny Gantz mengancam negara karena telah menerima Presiden Palestina Mahmoud Abbas di rumahnya pada 2021 dan 2022 lalu.
Menteri yang menjabat selama lebih dari satu tahun di kabinet Netanyahu itu pernah dibebaskan dari dinas militer karena tingkah radikal. Ia juga dihukum karena kasus 'rasisme dan mendukung organisasi teroris' pada 2007. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan