Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Singapore Airlines Beri Rp64 Juta Imbas Kursi Otomatis Tak Berfungsi
beritabali.com/cnnindonesia.com/Singapore Airlines Beri Rp64 Juta Imbas Kursi Otomatis Tak Berfungsi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Singapore Airlines membayar kompensasi sebesar US$4 ribu atau Rp64,8 juta (asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS) kepada penumpang kelas bisnis karena kursi otomatis tidak berfungsi.
Berdasarkan Stuff, Rabu (1/5), Anjali dan Ravi Gupta yang sedang dalam penerbangan dari Hyderabad, India ke Singapura pada Mei 2023 tidak bisa menikmati layanan kelas bisnis karena kursi mereka tidak bisa direbahkan secara otomatis.
Akibatnya, pasangan itu mengaku tidak bisa menikmati tidur selama perjalanan empat jam tersebut karena seperti terbang di kelas ekonomi, meski memiliki ruang kaki lebih luas.
Anjali Gupta, yang merupakan kepala polisi di negara bagian Telangana, menggugat maskapai tersebut ke pengadilan setelah menolak tawaran 10 ribu frequent flyer miles per orang.
Komisi Penyelesaian Sengketa Konsumen Distrik Hyderabad memberikan pasangan tersebut pengembalian dana ditambah bunga, serta kompensasi atas 'penderitaan mental dan fisik, menurut India Today.
Juru bicara Singapore Airlines menekankan meski otomatis kursi tidak berfungsi, tapi sebetulnya pramugari/a dapat merebahkan kursi secara manual.
"Kru kami secara proaktif memeriksa pelanggan ini secara rutin dan menawarkan untuk merebahkan kursi secara manual bila diperlukan. Kami meminta maaf kepada Bapak dan Ibu Gupta atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh masalah mekanis ini," kata Juru Bicara Singapore Airlines kepada The Independent.
Masalah kursi otomatis memang bukan topik yang seksi untuk dibahas, namun kerap kali menjadi tuntutan bagi sebagian orang.
Sebelumnya, pada 2023, seorang pria Tauranga dianugerahi US$13.555 setelah dia menantang Emirates di Pengadilan Sengketa atas iklan menyesatkan yang mempromosikan fitur kelas bisnis nyaman.
Namun, saat Mark Morgan menggunakan jasanya dan rela membayar dua kursi kelas bisnis yang dapat direbahkan untuk perjalanan ke Inggris, ia tidak mendapatkan kenyamanan seperti di iklan.
Saat itu, pesawat yang dioperasikan Emirates dari Selandia Baru adalah pesawat yang lebih tua dibandingkan Boeing 777-300 yang ditampilkan dalam iklan dan kursinya tidak dapat direbahkan hingga rata seperti yang dipromosikan dalam iklan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2505 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun