Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kelaparan Akibat Perang, Warga Sudan Makan Rumput dan Kulit Kacang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Badan PBB untuk urusan pangan, Word Food Programme (WFP) mengatakan warga Darfur, Sudan Barat terpaksa mengonsumsi rumput dan kulit kacang tanah untuk bisa bertahan hidup. Perang membuat mereka kelaparan dan terpaksa mengonsumsi apapun yang bisa dimakan.
"Masyarakat [Darfur] terpaksa mengonsumsi rumput dan kulit kacang tanah," ujar Direktur WFP untuk Afrika Timur Michael Dunford, Jumat (3/5), melansir CNN.
Jika bantuan tak kunjung datang, lanjut Dunford, maka bencana kelaparan yang berujung kematian bisa meluas ke wilayah lain yang terkena dampak konflik di Sudan.
Pengiriman bantuan pangan di Darfur terus terputus akibat pertikaian dan hambatan birokrasi yang tak ada habisnya. Setidaknya 1,7 juta orang di wilayah tersebut mengalami kelaparan tingkat darurat.
"Eskalasi kekerasan terbaru di sekitar El Fasher telah menghentikan konvoi bantuan yang datang dari perbatasan Tine di Chad," tambah Dunford.
Pembatasan yang diberlakukan oleh pihak berwenang di kota pesisir Port Sudan juga telah menghambat pengiriman bantuan.
Sudan dilanda perang saudara sejak April 2023. Konflik ini berlangsung brutal yang ditandai dengan beberapa laporan kekerasan seksual dan genosida hingga memicu eksodus pengungsi.
Peningkatan kekerasan terbaru terjadi saat Pasukan Dukungan Cepat (RSF) mengepung ibu kota Darfur Utara, El Fasher. Pembunuhan sewenang-wenang, pembakaran desa, hingga pemboman udara terjadi di kota tersebut.
Wakil Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Sudan Toby Hayward mengatakan, El Fasher merupakan satu-satunya kota di Darfur yang belum direbut oleh RSF. Kota ini juga menampung ribuan orang yang mengungsi akibat perang.
Namun, lebih dari 36 ribu orang terpaksa meninggalkan rumahnya di El Fasher dalam beberapa pekan terakhir. Setidaknya 43 orang tewas di El Fasher sejak meningkatnya tensi konflik sejak dua pekan lalu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan