Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Israel Gencar Serang Rafah Saat Hamas Setuju Gencatan Senjata
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel mulai melancarkan serangan udara secara masif di Rafah, Senin (6/5) malam. Sebelumnya Israel telah memberikan peringatan agar warga Palestine segera meninggalkan Rafah, jelang invasi ke kota tersebut.
"Serangan itu hampir terus menerus dalam 30 menit terakhir," mengutip Koresponden AFP, di Rafah.
Serangan tersebut diluncurkan Israel di tengah kelompok militan Palestina, Hamas menyetujui proposal gencatan senjata di Gaza.
Anggota senior Hamas, Khalil al-Hayya, mengatakan proposal yang disepakati oleh kelompok tersebut mencakup gencatan senjata tiga tahap dengan tujuan gencatan senjata permanen.
Hayya mengatakan setiap fase akan berlangsung selama 42 hari. Kesepakatan tersebut mencakup rencana untuk penarikan mundur penuh Israel dari Gaza, pemulangan warga Palestina yang terusir oleh perang yang sedang berlangsung, pertukaran sandera dan tahanan, serta tujuan gencatan senjata permanen.
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan Israel harus segera memutuskan apakah menerima atau menolak gencatan senjata di Gaza.
"Setelah Hamas setuju dengan proposal mediator untuk gencatan senjata, sekarang giliran Israel, apakah akan setuju dengan perjanjian gencatan senjata atau menghalanginya," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan proposal tersebut jauh dari tuntutan-tuntutan penting Israel. Kendati demikian Pemerintah Israel mengeklaim akan mengirim perwakilan untuk membicarakan 'keberatan' tersebut hingga mencapai kesepakatan.
Sementara, keluarga para sandera yang ditawan Hamas di Gaza menuntut agar Israel memanfaatkan kesempatan persetujuan Hamas terhadap proposal gencatan senjata, untuk mencapai kesepakatan bagi pemulangan semua sandera tersebut.
Forum Keluarga Sandera dan Keluarga yang Hilang menyatakan pengumuman kelompok militan Palestina tersebut harus membuka jalan bagi pemulangan sandera yang ditawan selama tujuh bulan terakhir.
"Sekarang adalah waktu bagi semua pihak yang terlibat untuk memenuhi komitmen mereka dan mengubah kesempatan ini menjadi kesepakatan bagi pemulangan semua sandera," dikutip AFP.
Di sisi lain, Amerika Serikat sebagai sekutu Israel mengatakan akan meninjau respons Hamas tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan