Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Update Banjir Bandang Sumbar: 58 Meninggal, 35 Hilang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang Sumatera Barat kembali bertambah menjadi 58 orang.
Jumlah tersebut berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Selasa (14/5) pukul 18.35 WIB.
Selain itu, BNPB juga mencatat ada penambahan jumlah korban hilang dari 27 orang menjadi 35 orang. Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan proses pencarian dan evakuasi.
Kemudian, BNPB menyebut akibat banjir bandang itu ada sebanyak 1.543 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dan 33 orang luka-luka.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah menargetkan proses penanganan darurat dapat berjalan optimal dan cepat, sehingga lokasi terdampak dapat segera pulih dan kembali normal.
Suharyanto menyampaikan pihaknya juga telah mengerahkann alat berat untuk membantu menormalisasi kondisi dan pembersihan material banjir dan longsor di area permukiman.
"Hari ini (kemarin) kami meninjau empat lokasi, besok baru rencananya ke pengungsian. Masih dalam kondisi tanggap darurat, sehingga pertama kami ingin pastikan di lokasi terdampak ini agar kondisi kembali normal jadi alat berat kita ingin memastikan sudah bergerak," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5).
"Juga dilakukan pendataan kerusakan mulai dari rumah, fasos, fasum agar bisa segera ditindaklanjuti untuk diperbaiki dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang," lanjutnya.
Selain itu, lanjut Suharyanto, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendorong percepatan perbaikan sejumlah jalan nasional yang terputus dan jembatan yang rusak.
Diketahui, banjir bandang mengakibatkan akses jalan serta jembatan rusak dan terputus. Meliputi Jalan Akses Simpang di Kota Padang Panjang dan 19 unit jembatan terdampak.
"Jadi hari ini karena transportasinya sulit dan ada enam kabupaten dan kota yang terdampak jadi perlu pembagian waktu yang tepat (untuk distribusi bantuan). Tadi kita lihat yang paling parah di Lembah Anai, itu masih ada yang terputus semoga dalam waktu dekat sudah bisa dilalui alat transportasi karena dari PUPR tadi sudah bergerak alat berat dikerahkan," ucap dia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan