Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kronologi Singapore Airlines Turbulensi Maut Hingga Tewaskan 1 Orang
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kronologi Singapore Airlines Turbulensi Maut Hingga Tewaskan 1 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka usai pesawat Singapore Airlines dengan tujuan London-Singapura mengalami turbulensi parah, Senin (20/5).
Maskapai menyampaikan pesawat Boeing 777-300ER mengalami turbulensi hebat hingga terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, pada pukul 15.45 waktu setempat, Selasa (21/5).
Belum ada keterangan mengenai penyebab turbulensi parah pada pesawat.
Maskapai sementara itu menyebut ada 211 penumpang dalam penerbangan SQ321 tersebut. Delapan belas di antaranya merupakan awak pesawat.
"Kami bekerja dengan otoritas lokal di Thailand untuk menyediakan bantuan medis yang diperlukan, dan mengirim sebuah tim ke Bangkok untuk menyediakan bantuan tambahan," demikian keterangan Singapore Airlines dalam unggahan di Facebook.
"Prioritas kami yakni menyediakan seluruh bantuan yang memungkinkan kepada seluruh penumpang dan awak pesawat," lanjut maskapai.
Menurut media lokal, pesawat Singapore Airlines lepas landas dari Bandara Heathrow London pada pukul 22.38 malam waktu setempat.
Belum diketahui detail mengenai korban tewas dalam insiden tersebut.
Menteri Transportasi Singapura Chee Hong Tat sementara itu telah menyampaikan duka atas kejadian ini.
Turbulensi biasanya terjadi ketika sebuah pesawat terbang melalui benturan udara yang bergerak dengan kecepatan yang sangat berbeda.
Turbulensi ringan dan sedang mampu mengakibatkan penumpang merasakan ketegangan pada sabuk pengaman mereka. Barang-barang yang tidak ditaruh dengan aman juga dapat bergerak di sekitar kabin.
Dalam kasus yang parah, turbulensi bisa melempar penumpang di sekitar kabin. Situasi ini bisa menyebabkan penumpang terluka parah dan terkadang mengakibatkan kematian.
Pada Maret 2023, turbulensi parah pada jet pribadi mengakibatkan kematian seorang mantan pejabat Gedung Putih. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan