Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rangkaian Bom Bunuh Diri di Nigeria, 18 Nyawa Melayang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Serangkaian aksi bom bunuh diri di Nigeria hingga Sabtu (29/6) menewaskan 18 orang dan mengakibatkan 19 orang mengalami luka berat.
Juru bicara kepolisian setempat menyebut salah satu dari tiga ledakan di Kota Gwoza, Nigeria dilakukan oleh seorang wanita dengan bayi yang diikat di punggungnya. Wanita itu meledakkan bom di tengah-tengah upacara pernikahan.
Serangan lainnya terjadi di kota perbatasan di seberang Kamerun dan menargetkan sebuah rumah sakit serta pemakaman bagi para korban ledakan pernikahan sebelumnya.
Menurut Badan Manajemen Darurat Negara Bagian Borno (SEMA), rangkaian serangan tersebut mengakibatkan 18 orang tewas dan 42 lainnya terluka dalam serangan tersebut.
"Sejauh ini, 18 kematian yang terdiri dari anak-anak, pria, wanita dan wanita hamil," kata Barkindo Saidu, kepala badan SEMA, dikutip dari AFP, Minggu (30/6).
Sementara itu, sembilan belas orang yang mengalami luka berat dibawa ke Kota Maiduguri, dan 23 orang lain yang terluka sedang menunggu evakuasi.
Lebih lanjut, seorang anggota milisi yang membantu militer di Gwoza mengatakan dua rekannya dan seorang tentara juga tewas dalam serangan lain di sebuah pos keamanan.
Sebagai informasi, militan Boko Haram merebut Gwoza pada 2014 ketika kelompok tersebut mengambil alih sebagian wilayah di Borno utara.
Kemudian, kota ini direbut kembali oleh militer Nigeria dengan bantuan pasukan Chad pada 2015, tetapi Boko Haram terus melancarkan serangan dari pegunungan di dekat kota tersebut.
Boko Haram diketahui telah melakukan sederet serangan, membunuh para pria, dan menculik para wanita yang pergi ke luar kota untuk mencari kayu bakar dan buah akasia.
Kekerasan tersebut telah menewaskan lebih dari 40 ribu orang dan membuat sekitar dua juta orang mengungsi di timur laut Nigeria.
Konflik ini bahkan telah menyebar ke negara tetangga Niger, Kamerun dan Chad, sehingga mendorong terbentuknya koalisi militer regional untuk memerangi para militan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan