Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Kronologi 121 Orang Tewas Terinjak-injak di Festival Agama India
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak 121 orang meninggal karena terinjak-injak dalam festival keagamaan di Provinsi Uttar Pradesh, India, Selasa (2/7).
Warga antusias menghadiri acara Satsang yang dipimpin Bhole Baba alias Narayan Sakaar Hari di lapangan di distrik Hathras. Baba menyebut dirinya sebagai dewa dan punya banyak pengikut.
Satsang merupakan dialog antara jemaah dengan Satguru atau guru untuk mengajarkan hal spiritual.
Salah satu saksi mata mengatakan kejadian naas itu bermula setelah Satsang berakhir.
"Ketika khotbah selesai, semua orang berlarian," kata Shakuntala, dikutip media lokal India.
Pejabat yang enggan disebutkan namanya mengatakan usai khotbah warga bergegas lari menuju pintu keluar berusaha menyentuh kaki Baba.
Situasi itu, kata dia, menyebabkan kerumunan besar di area yang kecil, demikian dikutip NDTV.
Media lokal India juga melaporkan para warga berusaha mengumpulkan debu bekas injakan atau ban mobil dari 'tokoh agama' itu. Hal ini memicu desak-desakan yang mengakibatkan banyak orang, termasuk perempuan dan anak-anak, terinjak-injak.
Dari laporan-laporan itu ada dua pergerakan massa, mereka yang menuju pintu dan yang lain bergerak ke arah berlawanan untuk mengumpulkan debu.
Menurut Laporan Pertama Informasi (FIR), penyelenggara meminta izin untuk acara ini hanya 80.000 orang tetapi yang hadir lebih dari 250.000 orang.
FIR juga menyebut massa yang berlarian membuat jemaah yang duduk di tanah terjepit.
"Di sisi lain jalan, massa yang berlarian di air dan lapangan yang dipenuhi lumpur dihentikan paksa oleh panitia penyelenggara dengan tongkat, sehingga tekanan massa terus meningkat dan perempuan, anak-anak, dan laki-laki terus terjepit," demikian dalam FIR.
Polisi dan pejabat administrasi yang hadir di lokasi kejadian telah melakukan segala upaya dan mengirim korban ke rumah sakit.
"Namun, tidak ada kerja sama yang diberikan oleh penyelenggara," imbuh FIR.
FIR juga menjabarkan penyelenggara tak bekerja sama dalam manajemen lalu lintas, dan menyembunyikan bukti setelah penyerbuan terjadi.
Menanggapi insiden ini, pihak berwenang India telah membentuk komite khusus untuk menyelidiki insiden tersebut. Panel akan dipimpin Direktur Jenderal Tambahan Kepolisian Agra dan Komisaris Aligarh. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5885 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2585 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan