Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hamas Murka Netanyahu Pidato di Kongres AS: Penuh Kebohongan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hamas menyatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak berniat membahas apalagi mencapai kesepakatan gencatan senjata, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat saat ini.
Pejabat senior Hamas Abu Zuhri mengatakan pidato Netanyahu di hadapan Kongres AS menunjukkan bahwa ia tak ingin mencapai kesepakatan gencatan senjata.
"Pidato Netanyahu penuh kebohongan dan tidak akan bisa menutupi kegagalan dan kekalahan dalam menghadapi perlawanan guna menutupi kejahatan perang genosida terhadap warga Gaza," kata Abu Zuhri dalam sebuah wawancara.
Netanyahu berpidato di hadapan The Capitol saat berkunjung ke AS pada Rabu (24/7) malam. Dia bicara tentang perlunya membentuk aliansi keamanan di Timur Tengah guna melawan kekuatan Iran.
Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel tidak berusaha menduduki kembali Gaza dan bahwa setelah perang, wilayah kantong itu harus dipimpin oleh orang-orang Palestina yang tak berusaha menghancurkan Negeri Zionis.
Merespons pidato Netanyahu, juru bicara presiden Palestina Mahmoud Abbas, Abu Rudeineh, mengatakan hanya rakyat Palestina yang berhak menentukan siapa yang akan memerintah mereka.
"Sikap permanen kami adalah satu-satunya solusi untuk mencapai keamanan dan stabilitas, yakni pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata Rudeineh, seperti dikutip Reuters.
Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 39.000 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan.
Perang yang telah berlangsung sejak 7 Oktober ini terus memanas dan terus menjatuhkan warga sipil tak berdosa.
Israel baru-baru ini memerintahkan warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis untuk segera minggat karena wilayah itu akan dibombardir. Warga Palestina diminta ke al-Mawasi, di mana sebelumnya lokasi itu dijadikan medan perang oleh pasukan militer.
Tak ada wilayah aman bagi warga Palestina untuk mengungsi saat ini. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun