Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hamas Murka Netanyahu Pidato di Kongres AS: Penuh Kebohongan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hamas menyatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak berniat membahas apalagi mencapai kesepakatan gencatan senjata, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat saat ini.
Pejabat senior Hamas Abu Zuhri mengatakan pidato Netanyahu di hadapan Kongres AS menunjukkan bahwa ia tak ingin mencapai kesepakatan gencatan senjata.
"Pidato Netanyahu penuh kebohongan dan tidak akan bisa menutupi kegagalan dan kekalahan dalam menghadapi perlawanan guna menutupi kejahatan perang genosida terhadap warga Gaza," kata Abu Zuhri dalam sebuah wawancara.
Netanyahu berpidato di hadapan The Capitol saat berkunjung ke AS pada Rabu (24/7) malam. Dia bicara tentang perlunya membentuk aliansi keamanan di Timur Tengah guna melawan kekuatan Iran.
Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel tidak berusaha menduduki kembali Gaza dan bahwa setelah perang, wilayah kantong itu harus dipimpin oleh orang-orang Palestina yang tak berusaha menghancurkan Negeri Zionis.
Merespons pidato Netanyahu, juru bicara presiden Palestina Mahmoud Abbas, Abu Rudeineh, mengatakan hanya rakyat Palestina yang berhak menentukan siapa yang akan memerintah mereka.
"Sikap permanen kami adalah satu-satunya solusi untuk mencapai keamanan dan stabilitas, yakni pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata Rudeineh, seperti dikutip Reuters.
Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 39.000 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan.
Perang yang telah berlangsung sejak 7 Oktober ini terus memanas dan terus menjatuhkan warga sipil tak berdosa.
Israel baru-baru ini memerintahkan warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis untuk segera minggat karena wilayah itu akan dibombardir. Warga Palestina diminta ke al-Mawasi, di mana sebelumnya lokasi itu dijadikan medan perang oleh pasukan militer.
Tak ada wilayah aman bagi warga Palestina untuk mengungsi saat ini. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan