Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kemarahan Para Pemimpin Timur Tengah Usai Pembunuhan Bos Hamas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok pejuang Palestina Hamas telah mengonfirmasi bahwa pemimpin politiknya Ismail Haniyeh dalam serangan udara di Iran, saat ia menghadiri pelantikan presiden baru Iran Masoud Pezeshkian.
Israel menolak berkomentar secara resmi mengenai serangan di Teheran, tetapi seorang perwakilan militer mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Israel tidak bertanggung jawab atas serangan itu.
Serangan di Teheran yang menewaskan Haniyeh terjadi beberapa jam setelah Israel mengatakan telah menewaskan komandan militer senior Hizbullah, Fuad Shukr dalam serangan terhadap benteng kelompok itu di pinggiran selatan Kota Beirut, Lebanon.
Hizbullah mengatakan pada hari Rabu (31/7) bahwa Shukr berada di dalam gedung yang diserang Israel, tetapi nasibnya masih belum diketahui.
Pembunuhan pemimpin Hamas ini memicu reaksi keras dari para pemimpin di kawasan Timur Tengah. Pernyataan keras disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Pezeshkian berjanji akan membuat Israel "menyesali" pembunuhan Haniyeh.
"Republik Islam Iran akan mempertahankan integritas teritorial, kehormatan, kebanggaan, dan martabatnya, serta membuat para penyerbu teroris menyesali tindakan pengecut mereka," kata Pezeshkian dalam sebuah postingan.
Presiden Palestina Mahmud Abbas mengutuk pembunuhan Haniyeh sebagai "tindakan pengecut". Faksi-faksi Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel menyerukan pemogokan umum dan pawai protes di seluruh wilayah tersebut.
Reaksi terhadap pembunuhan Ismail Haniyeh di Iran tersebut bergema di seluruh Timur Tengah dan di seluruh dunia.
Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan bahwa eskalasi berbahaya Israel dalam beberapa hari terakhir berisiko memicu konfrontasi di wilayah tersebut yang dapat mengakibatkan konsekuensi keamanan yang mengerikan.
Lalu, Kementerian Luar Negeri Irak juga menyebut pembunuhan Haniyeh sebagai ancaman bagi keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut, sementara Oman juga mengutuk tindakan tersebut.
Perdana Menteri Qatar, yang telah mempelopori upaya untuk menengahi gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera antara Israel dan Hamas, mengatakan pembunuhan Haniyeh membuat seluruh proses mediasi menjadi diragukan.
"Bagaimana mediasi dapat berhasil jika satu pihak membunuh negosiator di pihak lain?" tanya Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dalam sebuah posting di X, seraya menambahkan, "Perdamaian membutuhkan mitra yang serius."
Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan mengutuk agresi Zionis yang terang-terangan ini. Kemenlu Suriah menggambarkan pembunuhan itu sebagai tindakan tercela dan menganggap aksi itu pengabaian hukum internasional yang terus-menerus oleh entitas Israel, dapat membakar seluruh wilayah.
Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan pembunuhan itu tidak akan mematahkan tekad Palestina.
"Pembunuhan ini adalah kekejian yang bertujuan untuk mengacaukan perjuangan Palestina, perlawanan mulia Gaza dan perjuangan sah saudara-saudara Palestina kita, untuk mematahkan keinginan orang-orang Palestina, dan untuk mengintimidasi mereka," kata Erdogan pada X.
"Namun, seperti hingga hari ini, kebiadaban Zionis tidak akan mencapai tujuannya." (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan