Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perusahaan Kapal Tanker Terbakar di Perairan Karangasem Janji Kooperatif
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
PT Arta Samudera Line selaku pemilik kapal tanker MT Elisabeth Satu yang terbakar pada Rabu (7/8) dini hari buka suara soal insiden tersebut.
Pihak PT menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan bertanggung jawab penuh atas insiden kebakaran kapal di perairan Pulau Gili Tepekong, Kabupaten Karangasem, Bali.
"Perusahaan akan bertanggung jawab penuh atas dampak dampak yang terjadi akibat insiden ini. Ucapan duka juga kami sampaikan sedalam-dalamnya untuk para korban dan keluarga korban yang terdampak dari insiden di kapal MT Elisabet Satu,” kata Budi Kurniawan selaku Manager Operasional PT Arta Samudera Line, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/8).
Kapal MT Elisabet Satu diketahui mengangkut produk Bahan Bakar Minyak (BBM). Pihak perusahaan sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan pihak terkait dalam proses penanganan insiden ini, serta kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.
Selain itu, terdapat sebanyak 21 kru yang berada di kapal. Sampai saat ini diketahui 16 kru selamat dengan sebagian mengalami luka ringan, dan 5 orang meninggal dunia.
Sementara, kondisi kapal saat ini sudah aman dan api telah dipadamkan. Proses pendinginan di area kapal juga sudah selesai dilakukan, dan kapal telah melabuhkan jangkar di perairan sekitar 5,5 kilometer dari Terminal BBM Manggis, Karangasem.
Hingga saat ini, dipastikan bahwa tidak terjadi pencemaran atau kebocoran di area perairan. Seluruh muatan BBM masih berada di kapal untuk selanjutnya akan dilakukan proses pemindahan agar distribusi BBM tetap berjalan lancar.
Selain itu, PT Arta Samudra Line berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan keamanan kapal serta memastikan seluruh prosedur operasi dipatuhi dengan ketat. Perusahaan juga akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berterima kasih atas pengertian serta dukungan semua pihak," ujarnya.
Sebelumnya, kapal tanker yang memuat bahan bakar mengalami kebakara di dekat Pulau Tepekong di Perairan Candidasa, Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, pada Rabu (7/8). Dari peristiwa itu, sebanyak lima Anak Buah Kapal (ABK) meninggal dunia.
Kapal tersebut diketahui memuat sebanyak 21 kru kapal. Kronologisnya, pada Rabu (7/8) sekitar pukul 01.18 WITA, dari keterangan pelapor atau saksi Rizky Wulandari yang merupakan mualim di Kapal Elisabet bahwa kapal membawa bahan bakar menuju Badas Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) kurang lebih perjalan 1 jam 4 menit atau tepat 1 mil dari Pulau Tepekong Karangasem, Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan