Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tel Aviv Waswas Serangan Iran, AS Jual Senjata Rp314 Triliun ke Israel
beritabali.com/cnnindonesia.com/Tel Aviv Waswas Serangan Iran, AS Jual Senjata Rp314 Triliun ke Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat menjual senjata, sejumlah jet tempur, hingga rudal canggih senilai total US$20 miliar (Rp314,1 triliun) ke Israel kala genosida Tel Aviv ke Jalur Gaza Palestina masih berlangsung hingga hari ini.
Kesepakatan penjualan ini juga berlangsung kala AS dan Israel sama-sama siaga usai memprediksi serangan balasan Iran atas kematian bos Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, akan berlangsung dalam pekan ini.
"Amerika Serikat berkomitmen untuk keamanan Israel, dan sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Israel mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan siap. Penjualan yang diusulkan ini konsisten dengan tujuan tersebut," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri AS pada Selasa (13/8).
Dalam kesepakatan itu, pemerintah dan Kongres AS sepakat menjual 50 jet tempur F-15, Rudal Jarak Menengah Canggih, atau AMRAAM, amunisi tank 120 mm, mortir berdaya ledak tinggi, hingga kendaraan taktis ke Israel.
Meski begitu, ABC News melaporkan senjata-senjata ini tidak akan sampai ke Israel dalam waktu dekat. Proses kontrak jual-beli ini juga akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum pengiriman senjata.
Menurut Kemlu AS, sebagian besar senjata ini dijual untuk membantu Israel meningkatkan kemampuan militernya dalam jangka panjang. Pembelian senjata ini juga bagian dari kontrak di mana pengiriman tidak akan berlangsung sebelum 2026.
Kontrak penjualan senjata ini pun tidak hanya mencakup 50 pesawat baru yang akan diproduksi oleh Boeing.
Kontrak tersebut juga akan mencakup perlengkapan peningkatan keamanan bagi Israel untuk memodifikasi armada dua lusin jet tempur F-15 yang ada dengan mesin dan radar baru. Jet tersebut merupakan bagian terbesar dari penjualan senilai US$20 miliar dengan pengiriman pertama diharapkan pada 2029.
Dewan Keamanan Nasional AS sebelumnya menyebut serangan balasan Iran ke Israel akan terjadi pekan ini. Negeri Zionis pun bersiap hingga menggelar simulasi perang.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan dugaan itu muncul setelah mendapat informasi penilaian dan analisis dari intelijen mereka.
"Fakta bahwa mereka percaya kemungkinan besar akan ada serangan oleh Iran dan/atau proksinya, dan mungkin dalam beberapa hari mendatang," kata Kirby saat konferensi pers pada Senin (12/8), dikutip situs resmi AS.
Saat ditanya lebih lanjut, Kirby tak memaparkan waktu pasti serangan itu terjadi.
Dia hanya menyebut punya kekhawatiran yang sama dengan Israel terkait serangan dan "mungkin terjadi pekan ini."
Kirby juga belum bisa membeberkan skala serangan balasan Iran. Dia mengatakan AS saat ini terus memantau dengan cermat situasi di Timur Tengah. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan