Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kebakaran Bianglala di Festival Musik di Jerman, 20 Orang Terluka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lebih dari 20 orang terluka setelah bianglala di sebuah festival musik di Jerman terbakar pada Sabtu (17/8) malam waktu setempat.
Dalam foto yang beredar, terlihat dua gerbong bianglala terbakar dan asap mengepul ke udara di Festival Highfield, dekat kota Leipzig.
Menurut pernyataan dari kepolisian Saxony, wahana itu terbakar tak lama setelah pukul 9 malam waktu setempat. Saat ini belum diketahui penyebab kebakaran karena masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
"Empat orang menderita luka bakar akibat insiden itu, sementara seorang lainnya dirawat karena cedera akibat terjatuh," demikian pernyataan kepolisian Saxony seperti dikutip CNN.
Baca juga:
Israel Bunuh 2 Komandan Hamas di Tepi Barat
Menurut pernyataan tersebut, 18 orang termasuk responden pertama, petugas polisi dan orang lain dalam wahana itu terjena asap dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan.
Rapper asal Jerman, Ski Aggu, tengah tampil di atas panggung saat bianglala terbakar. Dia kemudian membuat pernyataan di media sosial bahwa dia sangat terkejut atas kejadian malam itu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3893 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2858 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2043 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1997 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1805 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun