Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hamas Bunuh Para Sandera Jika Pasukan Israel Serbu Lokasi Penahanan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas mengumumkan telah mengeluarkan perintah baru untuk langsung membunuh para sandera jika militer Israel kembali serbu lokasi penahanan para sandera.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh juru bicara sayap milisi Hamas Brigade Al Qassam, Abu Obeida, dalam keterangannya seperti dikutip dari AFP.
"Kengototan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu untuk membebaskan para tahanan (sandera) melalui tekanan militer daripada mengakhirinya dengan kesepakatan berarti bahwa mereka (sandera) akan dikembalikan ke keluarga dalam peti mati," ujar Abu Obeida seperti dikutip dari AFP.
"Instruksi baru telah disebarkan kepada para mujahidin yang ditugaskan menjaga para tahanan terkait penanganan mereka jika tentara pendudukan (Israel) mendekati tempat penahanan," ia menambahkan.
Media Israel Jerusalem Post kemudian melaporkan bahwa Hamas sempat mengirim video salah satu sandera bernama Eden Yerushalmi. Sandera itu menyampaikan pesan kepada PM Israel Benjamin Netanyahu sebelum dieksekusi mati oleh Hamas.
Forum keluarga sandera kemudian menghapus video tersebut agar tidak disaksikan oleh publik.
"Eden kami, kami sangat mencintai dan merindukanmu. Kamu akan selamanya berada di hati kami," demikian tulis pihak keluarga dikutip dari Jerusalem Post.
Eden merupakan salah satu dari enam sandera Hamas yang diklaim ditemukan tewas di terowongan Gaza pekan lalu oleh militer Israel.
Hamas sebelumnya menyalahkan Netanyahu atas kematian enam sandera di terowongan Gaza.
Pejabat senior Hamas Khalil Al-Hayya mengatakan para sandera kemungkinan masih hidup saat ini jika saja Israel tidak melancarkan serangan.
"Orang-orang ini dan yang lainnya bisa saja pulang ke pelukan keluarga mereka hidup-hidup dalam kesepakatan pertukaran sandera," kata Al-Hayya dalam wawancara dengan Al Jazeera.
"Netanyahu dan pemerintah ekstremisnya adalah alasan mereka kehilangan nyawa," lanjut dia, seperti dikutip CNN.
Al-Hayya menuturkan para sandera ini tewas akibat "serangan Israel" yang juga menewaskan "mereka yang duduk, menjaga, dan tinggal bersama mereka." (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan