Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Penembakan Massal Sasar SMA di Georgia AS, 4 Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Penembakan massal terjadi di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Georgia, Amerika Serikat, Rabu (5/9). Empat orang tewas dan sembilan lainnya terluka.
"Empat orang tewas. Sembilan lainnya dibawa ke berbagai rumah sakit dengan keadaan luka-luka," kata kepolisian setempat dalam sebuah postingan di media sosial.
Pelaku telah ditahan. Polisi juga membantah pelaku ditembak mati di tempat.
"Tersangka telah ditahan dan masih hidup. Laporan bahwa tersangka telah 'dinetralkan' tidak benar," kata polisi.
Penembakan massal hal yang sering terjadi di Amerika. Pada Senin (2/9), penambakan massal terjadi di Stasiun Kereta Forest Park, Chicago, dan menewaskan empat orang.
Di negara tersebut, jumlah senjata api lebih banyak daripada jumlah penduduk. Upaya untuk membatasi hak kepemilikan senjata selalu menghadapi perlawanan politik yang keras.
Tahun ini, telah terjadi setidaknya 378 penembakan massal di AS, menurut Arsip Kekerasan Senjata. Setidaknya 11.463 orang telah tewas dalam kekerasan senjata api, menurut GVA.
Pada bulan Juni, Ahli Bedah Umum AS mengeluarkan nasihat penting yang menyatakan kekerasan senjata sebagai "krisis kesehatan masyarakat" dan menyerukan pengendalian senjata api yang luas, yang secara historis telah digagalkan oleh oposisi politik.
Dalam beberapa tahun terakhir, senjata api telah menjadi penyebab utama kematian bagi orang Amerika yang berusia antara satu hingga 19 tahun, melampaui kendaraan bermotor, menurut laporan tersebut.
Joe Biden Angkat Suara
Presiden AS Joe Biden mengungkapkan bela sungkawa atas kematian korban penembakan massal. Ia pun mengecam tindakan tersebut.
"Amerika tidak bisa lagi menerima ini sebagai hal yang normal," kata Biden.
"Apa yang seharusnya menjadi musim kembali ke sekolah yang penuh kegembiraan di Winder, Georgia, kini berubah menjadi hal mengerikan, bagaimana kekerasan senjata terus menghancurkan komunitas kita," katanya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan