Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
BMKG Ungkap Penyebab Gempa 4,9 Berpusat di Daratan Gianyar
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bali diguncang oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 pada Sabtu (7/9/2024).
Menurut M. Soekarno Rahman dari Staf Pusat Gempa Bumi Regional III BMKG, gempa terjadi akibat aktivitas sesar aktif di darat, dengan dampak paling kuat dirasakan di wilayah Gianyar.
Rahman mengungkapkan bahwa intensitas getaran gempa di Gianyar mencapai III-IV MMI, yang artinya getaran tersebut terasa nyata dalam rumah, seperti ada truk berlalu, dan menyebabkan kerusakan seperti pecahnya gerabah serta berderiknya jendela dan pintu.
Rahman menjelaskan bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak bisa diprediksi kapan dan di mana akan terjadi.
"Gempa bumi tidak dapat diprediksi secara akurat, baik waktu maupun lokasi kejadiannya," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa gempa yang terjadi termasuk dalam kategori normal dan tidak menimbulkan risiko tsunami.
Hingga pukul 10.37 WITA, tercatat ada dua gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil, yakni M 2,1 dan M 2,5. Meskipun dampaknya tidak terlalu besar, Rahman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Pastikan untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa. Hindari masuk ke dalam rumah jika terdapat kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan," tambahnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2565 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1948 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun