Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Moratorium Pembangunan Akomodasi Pariwisata di Bali Dinilai Positif
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pembatasan pembangunan atau moratorium akomodasi pariwisata seperti villa dan hotel di beberapa daerah destinasi pariwisata di Bali mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Dalam konteks ini, Sofwan Hakim, Kepala Sekretariat Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, menilai langkah tersebut sebagai inisiatif yang baik dalam menanggulangi pertumbuhan pembangunan yang pesat di Bali.
Sofwan menyampaikan pandangannya di Denpasar pada Sabtu, 7 September 2024, dengan menekankan pentingnya pembatasan pembangunan akomodasi pariwisata, terutama di daerah yang padat dengan pembangunan.
"Pembatasan ini merupakan langkah yang positif. Ini akan membantu menekan laju pembangunan akomodasi pariwisata di beberapa daerah pariwisata di Bali," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemetaan kawasan hijau untuk memastikan bahwa pembangunan tidak mengganggu area yang seharusnya dilindungi. "Usaha untuk membatasi pembangunan hotel atau villa adalah inisiatif baik.
Namun, penting untuk memastikan bahwa penggunaan lahan tetap sesuai dengan rencana awal. Misalnya, jika lahan tersebut termasuk kawasan hijau seperti persawahan, maka harus tetap dipertahankan sebagai lahan persawahan," paparnya.
Menurut Sofwan, pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan moratorium pembangunan berjalan sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ada.
"Pengawasan yang lebih ketat akan memastikan bahwa penggunaan lahan tetap sesuai dengan rancangan awal dari rencana tata ruang," tambahnya.
Sofwan juga menekankan bahwa jika pembangunan dilakukan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, hal ini akan membantu menjaga kualitas lingkungan di kawasan tersebut, khususnya terkait emisi dan dampak lingkungan lainnya.
"Kepatuhan terhadap peraturan yang ada akan mendukung pelestarian lingkungan dan kualitas udara, yang pada gilirannya mendukung tujuan Bali menuju emisi nol bersih," tutupnya.
Langkah pembatasan pembangunan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pertumbuhan pariwisata yang pesat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan