Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Korban Jiwa Kebakaran Asrama Putra di Kenya Jadi 21 Siswa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korban jiwa akibat kebakaran yang melanda sebuah asrama sekolah di Kenya bertambah menjadi 21 siswa.
Kabar tersebut diungkapkan oleh pemerintah setempat pada Sabtu (7/9). Juru bicara pemerintah Isaac Mwaura mengungkapkan total 19 jenazah ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), sementara dua siswa lainnya meninggal di rumah sakit.
Kepala patologi pemerintah Johansen Odour mengatakan autopsi terhadap para korban jiwa akan dilakukan pada Selasa (10/9) mendatang.
Asrama laki-laki itu memiliki total 156 siswa yang tinggal di sana. Kini, sudah 139 orang yang ditemukan. Dari total yang telah ditemukan, ada yang sudah dipulangkan ke rumah dan ada yang dilarikan ke rumah sakit.
"Ini adalah bencana yang berada di luar imajinasi kita," kata Isaac Mwaura saat jumpa pers di TKP, dikutip dari AFP.
"Sungguh menyedihkan bagi negara ini kehilangan begitu banyak warga Kenya yang muda dan berbakat. Hati kami sangat sedih," lanjutnya.
Sementara itu, jaksa penuntut telah memberikan perintah kepada polisi untuk menyelidiki kasus kebakaran yang melahap asrama sekolah tersebut. Lantaran, penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui.
Jika tragedi itu disebabkan oleh kelalaian atau kecerobohan, jaksa berjanji para pelaku yang bersalah akan diadili.
"(Investigasi dilakukan guna) menilai apakah tragedi itu mungkin terjadi karena kelalaian dan/atau kecerobohan dari pemegang tanggung jawab mana pun," kata Direktur Kejaksaan Umum Renson Ingonga.
"Setiap orang yang terbukti bersalah atas tragedi kebakaran tersebut akan segera dibawa melalui proses pengadilan pidana yang semestinya," sambungnya.
Tim penyidik bagian pembunuhan dan ahli forensik mulai menjalani penyelidikan di TKP untuk mencari penyebab kebakaran. Sementara itu, akses media pun diblokir.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Akademi Hillside Endarasha di wilayah Nyeri terjadi sekitar tengah malam. Api dengan cepat membakar kamar-kamar tempat lebih dari 150 siswa sedang tidur.
Presiden William Ruto mengumumkan tiga hari berkabung nasional mulai Senin. Dia berjanji segera mencari tahu penyebab kebakaran dan mencari pihak yang bertanggung jawab atas tragedi itu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan