Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Pria di Ethiopia Dianggap Menarik Jika Perut Semakin Buncit
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah suku di Ethiopia memiliki tolak ukur yang unik untuk menentukan ketampanan seorang pria.
Suku Bodi, atau yang dikenal sebagai orang Me'en, menganggap pria dengan perut buncit sebagai pria yang menarik. Semakin buncit perut seorang pria, semakin membuat perempuan suku Bodi tergila-gila.
Dilansir dari Pulse.ng dan Guardian.ng, suku yang tinggal di Lembah Omo ini bahkan memiliki tradisi rutin untuk menentukan siapa pria paling tampan alias paling buncit di antara mereka.
Kompetisi itu digelar setiap Tahun Baru Bodi dalam upacara yang disebut Ka'el.
Enam bulan sebelum kompetisi, tiap-tiap keluarga diminta memilih satu pria yang belum menikah untuk dipersiapkan mengikuti kontes.
Pria itu nantinya harus tinggal di sebuah gubuk dan meminum darah serta susu sapi. Ia juga tak diizinkan berhubungan seks selama masa persiapan itu.
Bagi Suku Bodi, sapi adalah hewan sakral. Oleh sebab itu, darah sapi diperoleh bukan dengan dibunuh, melainkan dengan dilukai. Luka sapi tersebut juga harus segera ditutup dengan tanah liat usai diambil darahnya.
Untuk orang awam, meminum darah sapi jelas bukan hal biasa. Ini juga berlaku bagi suku Bodi sendiri.
Tak semua orang tahan meminum darah sapi demi mendapatkan kalori yang diinginkan.
Dengan suhu yang amat panas di Ethiopia sendiri, semangkuk darah akan sangat cepat menggumpal. Karenanya, kontestan harus meminum cepat-cepat dua liter darah sapi yang telah diambil.
Semangkuk darah pertama diminum saat matahari terbit.
Setelah enam bulan atau pada hari upacara, para pria ini akan keluar dan memamerkan perut mereka yang membuncit.
Pria dengan perut paling buncit akan menjadi pemenangnya.
Di hari kompetisi, para pria akan berjalan dengan perut besar mereka yang diolesi tanah liat dan abu. Tanah liat dan abu ini harus sudah diolesi sebelum mereka keluar dari gubuk.
Uniknya, saking gemuknya, sejumlah pria banyak dilaporkan tak sanggup berjalan dengan baik.
Saat upacara sendiri, mereka harus berjalan berputar-putar di sekitar pohon suci, dengan para perempuan di sekitar mereka. Perempuan-perempuan tersebut akan memberikan alkohol untuk menghibur para kontestan sembari menyeka keringat mereka.
Setelah pemenang dipilih, seekor sapi juga akan dipotong.
Usai upacara, seluruh kontestan harus melakukan diet untuk menurunkan berat badan mereka.
Suku Bodi merupakan suku semi-nomaden yang sebagian besar bekerja sebagai peternak dan petani. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3687 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1363 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1240 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1188 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun