Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sekda Indra Minta BKKBN Bali Jangan Berpuas Diri, Ancaman Stunting Terus Ada
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI mengumumkan bahwa Provinsi Bali kembali menjadi daerah dengan prevalensi stunting terendah se-Indonesia.
Keberhasilan ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi atas kinerja dan kerja keras semua pemangku kepentingan, khususnya perwakilan BKKBN wilayah Bali. Namun, di sisi lain, keberhasilan ini hendaknya tidak membuat kita berpuas diri dan terlena, mengingat ancaman stunting akan terus ada seiring dengan dinamika pergerakan penduduk dan perekonomian.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam arahannya saat membuka acara Pengendalian Program dan Anggaran BKKBN wilayah Bali di Kantor BKKBN Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10).
Lebih lanjut dalam arahannya, Sekda Bali menyampaikan bahwa raihan prevalensi stunting terendah bukanlah capaian puncak, mengingat dinamika kependudukan yang terus berkembang. Kelahiran terus ada, kontraksi perekonomian terjadi, dan kondisi ini akan terus berubah.
Pertambahan dan pertumbuhan keluarga baru belum tentu memiliki pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai cara mencegah stunting. Begitu pula para ibu yang memiliki balita atau sedang hamil, meskipun sudah mendapatkan informasi dan edukasi tentang stunting, mungkin akan kesulitan menyediakan gizi dan pangan yang baik bagi balita jika kondisi ekonomi memburuk, sehingga berpotensi menimbulkan stunting.
“Capaian prevalensi stunting terendah harus kita apresiasi, namun ini bukanlah puncak capaian kinerja kita. Jangan berpuas diri dulu karena jika kita merasa puas, maka disitulah langkah kita terhenti. Untuk itu, kita harus terus bekerja membangun sistem dan kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan, sehingga kasus stunting bisa terus kita tekan,” imbuhnya.
Dalam arahannya, Sekda Dewa Indra juga meminta agar program BKKBN lainnya, seperti program Bangga Kencana, terus diakselerasi di tengah masyarakat. Begitu pula penyerapan anggaran, baik itu Dana Alokasi Khusus Fisik maupun Non Fisik, diharapkan dapat dioptimalkan agar dana terserap dengan baik dan memberikan manfaat maksimal dalam upaya kita bersama mewujudkan generasi sehat yang tumbuh di keluarga berkualitas.
Acara yang digelar secara luring dan daring ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten/kota se-Bali, penyuluh KB se-Bali, serta Tim Kerja BKKBN Provinsi Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5903 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan