Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kunjungan ke Objek Wisata Alas Kedaton Menurun, Ini Penyebabnya
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tahun ini kunjungan ke objek wisata Alas Kedaton, Marga mengalami penurunan. Tercatat kunjungan per harinya hanya ada 65 wisatawan.
Koordinator Lapangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Alas Kedaton I Gusti Bagus Suryawan mengatakan, tahun ini paling rendah pasca Covid-19.
"Setiap harinya hanya 65 orang. Tahun 2024 ini paling rendah kunjungannya," ujarnya, Senin (16/12).
Sebelum covid kunjungan wisatawan biasanya mencapai 250 sampai 300 perharinya. DTW Alas Kedaton yang mulai beroperasi sejak 1991 cukup favorit bagi wisatawan yang datang ke Bali khususnya ke Tabanan.
Salah satu penyebab turunnya kunjungan wisatawan ke DTW Alas Kedaton karena banyaknya objek wisata baru yang bermunculan dan gencar melakukan promosi.
"Mungkin ya, bisa juga karena banyaknya objek baru yang mendominasi," ujarnya.
Kunjungan wisatawan tahun ini ke Alas Kedaton untuk wisatawan asing dewasa tercatat hanya 18.750 dan 572 anak-anak dari bulan Januari sampai November 2024.
Sedangkan wisatawan domestik hanya 2.314 untuk yang dewasa dan 180 anak-anak. Adapun kunjungan wisatawan lokal Bali hanya 4.681 saja di tahun 2024 ini.
Kunjungan wisatawan mancanegara atau turis asing hanya ada beberapa saja atau kurang dari 10 orang per harinya.
Mengenai pengelolaan DTW Alas Kedaton, pihak pengelola berusaha dan berupaya untuk tetap eksis dan berharap kunjungan kembali meningkat di tahun berikutnya.
"Harapan kita ada peningkatan. Kita sudah berupaya melakukan perbaikan dan peremajaan fisik dengan adanya bantuan CSR dari Pertamina," ungkapnya.
Salah satunya yang disebutkan Bagus Suryawan yakni perluasan Jabe Pura. "Itu sebagai pusat aktivitas pengunjung untuk memberikan kesan yang lebih luas," ujarnya.
Tiket masuk bagi pengunjung di DTW Alas Kedaton Rp 30 ribu bagi wisatawan mancanegara atau turis asing dewasa, Rp 20 ribu bagi anak-anak mancanegara.
Sedangkan Rp 20 ribu bagi wisatawan domestik dewasa, Rp 15 ribu bagi anak-anak dan Rp 10 ribu bagi wisawatan lokal Bali.
"Sampai saat ini, kita tidak ada masalah dengan makanan monyet termasuk biaya operasional lainnya. Masih terpenuhi dari biaya tiket masuk," ujarya Suryawan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan