Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jenazah Nurhayati Tiba di Buleleng, Keluarga Diminta Usut Kematian Korban
BERITABALI.COM, BULELENG.
Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga tewas menjadi korban pembunuhan di Malaysia Rabu (08/01/2025) tiba di kediaman di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng yang disambut pihak keluarga dengan tangis haru.
Jenazah Ni Ketut Nurhayati (39) tiba di terminal kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dari Malaysia pukul 14.30 WITA dan lanjut dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans. Terlihat suami mendiang, Komang Suinten (38) turut menjemput bersama Kelian Banjar Dinas Gitgit, Made Widianingsih.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali, Anak Agung Gde Indra Hardiawan turut mengantar penyerahan jenazah Nurhayati ke rumah duka dan menyebutkan akan berkoordinasi dengan perwakilan di Malaysia terkait meninggalnya pekerja migran Indonesia ini.
“Perkembangannya kami koordinasikan dengan perwakilan di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemudian ada keterangan dari suaminya, almarhum bekerja melalui sebuah perusahaan di Jawa Timur. Kami masih tracking dan data,” ujar Indra Hardiawan.
Suami mendiang, Komang Suinten mengatakan, baru mengetahui kabar istrinya tewas diduga terbunuh setelah lama kehilangan kontak, dimana saat bekerja di Malaysia sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) pada awal tahun 2024 lalu mendapat kabar Nurhayati kabur dari tempatnya bekerja.
"Awal tahun 2024 lalu komunikasi kami terputus. Saya kurang mengerti apa sebabnya karena kami berjauhan. Katanya dia sudah pergi dari majikan sebelumnya,” ujarnya.
Suinten mengaku bertemu dengan mendiang istrinya di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menikah pada tahun 2013 silam. Nurhayati memiliki lima anak dari suami pertama, dan tiga anak dari pernikahannya dengan Suinten. Pada 3 Juli 2023 lalu, Nurhayati memutuskan merantau ke Malaysia melalui sebuah agen penyalur tenaga kerja di Tulungagung, Jawa Timur.
"Kami sudah mengikhlaskan kepergian istri saya dan selanjutnya menyelesaikan kewajiban terakhir sebagai suami untuk mengupacarai sesuai kepercayaan kami di desa,” ujarnya.
Sementara itu Kelian Banjar Dinas Gitgit, Made Widianingsih, berharap pihak keluarga Nurhayati agar pemerintah mengusut kematian korban kendati pihak keluarga tidak mengajukan tuntutan.
"Paling tidak pemerintah berinisiatif mengawal kasus ini di Malaysia sehingga pelaku bisa dihukum maksimal. Apalagi kejadian ini membuat keluarga berduka," ucapnya.
Sebelumnya, Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ditemukan tewas dengan berlumuran darah di sebuah kamar hotel di kawasan Puchong, Malaysia. Diduga, wanita bernama Ni Ketut Nurhayati (39) menjadi korban pembunuhan oleh teman dekatnya.
Kepolisian Diraja Malaysia juga telah mengamankan seorang laki-laki berusia 23 tahun yang diduga sebagai pelaku dan memiliki hubungan khusus dengan korban, bahkan foto antara korban dan pelaku beredar di media sosial (medsos) dengan cepat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan