Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
250 Pengumpul Sampah di TPA Suwung Dapat Bantuan dan Harapan Baru
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di balik tumpukan sampah di TPA Suwung, Denpasar, tersimpan kisah perjuangan ribuan pengumpul sampah yang berjasa menjaga lingkungan namun kerap luput dari perhatian.
Untuk itu, Denpasar Sustainability for Resource Collectors Initiative (SuRCI) hadir membawa harapan baru bagi para Resource Collector melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan mereka.
Dalam kegiatan bertajuk "SuRCI Menyapa Pengumpul Sampah", organisasi nirlaba ini membagikan 250 paket sembako dan membuka ruang dialog bersama para pengumpul sampah.
Acara yang digelar di TPA Suwung ini dihadiri langsung oleh Country Manager SuRCI Indonesia, Annisa Fauziah, serta diikuti ratusan pengumpul sampah yang selama ini bekerja di balik layar pengelolaan sampah kota.
“Para Resource Collector adalah pahlawan lingkungan yang seringkali termarjinalkan. Sebagian besar bekerja secara non-formal tanpa jaminan sosial dan hidup dalam kemiskinan,” ujar Annisa, Jumat (2/5/2025).
Data SuRCI mencatat, ada 3,7 juta pengumpul sampah di Indonesia, dan 64% di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan.
Bahkan, pekerjaan ini masuk dalam 6 besar profesi paling berbahaya di dunia, di mana 42% tidak memiliki akses jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
Hambatan teknologi juga menjadi tantangan serius, dengan 21% pekerja kesulitan mengakses internet dan informasi penting lainnya.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi mereka, SuRCI membagikan paket sembako berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 paket mi instan kepada 250 pengumpul sampah.
Aksi sosial ini dilakukan bersama Bali Life Foundation sebagai mitra lokal, sekaligus menjadi awal dari rangkaian program berkelanjutan yang menyasar peningkatan kualitas hidup para pemulung.
Tak hanya berhenti di sembako, SuRCI juga mengembangkan berbagai program seperti edukasi keterampilan, literasi, nutrisi keluarga, serta kesehatan dan keselamatan kerja.
Seluruh upaya ini ditujukan untuk menjadikan para Resource Collector sebagai bagian penting dari ekonomi sirkular yang adil dan berkelanjutan.
“Kami ingin mereka dilihat bukan hanya sebagai pemulung, tapi sebagai aktor penting dalam menjaga bumi. Dengan akses yang setara dan program yang inklusif, mereka bisa menjadi agen perubahan,” lanjut Annisa.
SuRCI juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan maupun pihak lain yang ingin menjalankan program CSR berdampak nyata bagi komunitas pengumpul sampah. Ke depan, organisasi ini berkomitmen terus mendorong inisiatif yang mendukung inklusi sosial dan ekonomi bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan