Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Selatan Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, menyatakan secara umum prakiraan tinggi gelombang laut pada Jumat (9/5/2025) hingga 11 Mei 2025 mendatang diperkirakan berkisar antara 0,5 - 1,5 meter di perairan utara Bali dan 0,75 - 2,5 meter di perairan selatan Bali.
Hal ini disampaikan oleh Ruth Mahubessy, Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar.
"Menurut model prakiraan kami, tinggi gelombang secara umumnya akan memiliki tren yang menurun. Angin dominan yang bertiup di wilayah Bali secara umumnya dari arah Timur - Tenggara yang biasanya kita sebut sebagai angin timuran. Umumnya angin timuran memiliki kecepatan angin yang lebih tinggi dibandingkan dengan angin baratan, sehingga pada saat angin timuran, gelombang laut cenderung lebih tinggi," jelasnya, Jumat (9/5/2025) di Badung.
Dirinya menyampaikan, pesisir bagian selatan Bali umumnya lebih terdampak oleh gelombang tinggi karena wilayah perairan ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Dirinya mengimbau masyarakat umum, nelayan, dan pelaku wisata bahari untuk mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di perairan selatan Bali.
"Agar selalu update Informasi BMKG khususnya peringatan dini gelombang tinggi," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3271 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 756 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 695 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman