Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
13 Ribu Pecalang Bali Deklarasi Tolak Preman Berkedok Ormas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebanyak 13 ribu pecalang dari 1.500 Desa Adat se-Bali, sepakat dan mendeklarasikan penolakan terhadap hadirnya preman yang berkedok ormas.
Deklarasi tersebut disampaikan dalam acara Gelar Agung Pecalang, di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Denpasar, Sabtu (17/5).
Ketua MDA atau Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menegaskan pecalang Bali menjadi garda terdepan menjaga adat, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali.
"Pecalang Bali sejak leluhur sudah menjaga Bali, nindihin gumi Bali. Pecalang Bali menolak kriminalisme, premanisme dan sikap anarkis yang dilakukan preman berbaju ormas dan berkedok ormas," kata Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet.
Dalam deklarasi tersebut terdapat tiga poin penting yang disampaikan, yaitu, pertama, menolak kehadiran ormas yang berkedok menjaga keamanan, ketertiban, dan sosial, dengan tindakan premanisme, kekerasan, serta intimidasi masyarakat.
Kedua, mendukung TNI/POLRI dalam penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di Bali, serta menindak tegas ormas yang melakukan tindakan kriminalisme dan premanisme.
Ketiga, mendukung sistem keamanan terpadu berbasis desa adat (Sipandu Beradat) dan Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) dalam menjaga wewidangan desa adat dan nindihin gumi Bali.
Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi terkait isu ormas yang kian berkembang di Bali.
Deklarasi ini merupakan respons atas fenomena premanisme berkedok ormas yang mulai marak. Ia juga menegaskan, sejak dahulu desa adat di Bali telah memiliki pecalang sebagai sistem keamanan tradisional, yang berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam menjaga keamanan setiap kegiatan adat maupun sosial.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait kesejahteraan pecalang, termasuk soal insentif. Harapannya, pemerintah daerah saat ini dapat memberi perhatian lebih terhadap eksistensi pecalang sebagai benteng adat dan budaya Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan