Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Kemendikdasmen Diminta Tangani Kasus Disabilitas Intelektual di Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI diminta segera membantu pemerintah daerah dalam menangani siswa yang mengalami disabilitas intelektual, khususnya di Kabupaten Buleleng.
Hal itu disampaikan Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ellen Esther Pelealu, saat berkunjung ke Pemprov Bali pada Kamis (22/5). Esther menyoroti bahwa kasus ketidakmampuan siswa dalam membaca, menulis, dan berhitung (calistung) akibat disabilitas intelektual bukan hanya terjadi di Buleleng, melainkan bisa juga terjadi di daerah lain di Indonesia.
"Siswa yang mengalami disabilitas intelektual tidak bisa dicampur dengan siswa normal," katanya.
Esther menilai, fenomena ini seperti gunung es yang terlihat kecil di permukaan, namun jauh lebih besar di bawahnya. Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah segera memberikan pemahaman kepada orangtua agar bersedia menyekolahkan anaknya di sekolah inklusi seperti SLB, sehingga anak-anak tersebut mendapat penanganan khusus yang sesuai kebutuhan.
Untuk jangka panjang, Esther meminta agar Kemendikdasmen RI turun tangan mendampingi pemerintah daerah dalam mencarikan solusi penanganan lebih terstruktur dan menyeluruh.
Tak hanya itu, Esther juga mengingatkan para guru agar lebih bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak. Menurutnya, kemampuan dasar calistung seharusnya sudah bisa terdeteksi sejak anak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), namun ironisnya di Buleleng, kasus ini sampai lolos ke tingkat SMP.
"Guru sudah dapat sertifikasi. Harusnya lebih bertanggung jawab, lebih punya hati nurani untuk mendidik siswa. Diluar yang disabilitas intelektual, guru harus paling depan menjadikan siswa agar bisa calistung," tegasnya.
Ia pun meminta guru untuk bersedia meluangkan waktu minimal 30 menit guna mengajarkan siswa yang belum bisa calistung, sekaligus meningkatkan kegiatan literasi di sekolah.
"Terapkan lagi remidial. Kalau belum bisa calistung, jangan diluluskan. Remidial dulu, supaya ada motivasi dari anak-anak untuk belajar. Ini diluar dari anak-anak disabilitas intelektual," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1570 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun