Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Super New Moon Tak Ganggu Aktivitas Nelayan Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Meski fenomena super new moon yang memicu pasang laut tinggi terjadi di beberapa wilayah pesisir Bali, aktivitas nelayan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Ketua Nelayan Samudra Jaya I Kuta, I Wayan Setiasa, menyebutkan bahwa kondisi ini sudah menjadi hal biasa yang rutin terjadi tiap tahun.
“Tidak ada pengaruh besar terhadap lingkungan sekitar, termasuk di pangkalan perahu. Sepertinya ini sudah menjadi siklus tahunan,” ujarnya saat ditemui di pesisir Pantai Kuta, Kelurahan Kuta, Jumat (30/5/2025).
Ia menjelaskan, fenomena pasang tinggi seperti ini umumnya terjadi tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni, Agustus, dan Desember. Namun, berkat kemajuan teknologi, para nelayan kini dapat memantau kondisi cuaca dan gelombang laut melalui internet, sehingga lebih siap menghadapi perubahan alam.
“Kalau ombak besar, kita bisa tahu lebih awal. Jadi perahu bisa langsung kita amankan ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas nelayan di kawasan Kuta masih berlangsung normal meskipun pasang laut tinggi diperkirakan terjadi hingga 1 Juni 2025 mendatang. Para nelayan tetap bisa melaut, dengan tetap memantau perkembangan kondisi cuaca secara berkala.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3288 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 764 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 702 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman