Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Guru PPPK di Buleleng Keluhkan Tamsil Belum Cair, Sekda Beri Penjelasan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Instagram milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng diserang sejumlah netizen yang diduga guru PPPK. Mereka mengeluh lantaran tunjangan penghasilan (Tamsil) triwulan (TW) ke-4 tahun 2024 tak kunjung dicairkan.
Salah satu keluhan disampaikan oleh pemilik akun @adykk.25: "Om swastiasu admin yang terhormat, ampura nike untuk Tamsil TW 4 Tahun 2024 kapan nike cairnya, kok lama sekali tidak cair? Suksma."
Keluhan juga disampaikan pemilik akun @ibmahendraup: "Om swastyastu, nunas info tamsil dan TW4 min kapan kiranya akan di cairkan. Saya sampai menunda jadwal operasi karena dana yang kurang. Mohon degan tolong keterlambatannya jangan sampai berbulan bulan seperti ini. Sedih rasanya sering dituntut untuk disiplin dalam bekerja namun hak kita sering terlambat. Bagaimana tidak mengeluh jika seperti ini."
Menanggapi keluhan itu, Sekda Buleleng Gede Suyasa ditemui Senin (16/6/2025) menegaskan, anggaran tunjangan penghasilan (Tamsil), hingga Tunjangan Profesi Guru (TPG) TW 4 untuk guru, baru ditransfer oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di akhir tahun 2024.
Hal ini menyebabkan pihaknya tidak dapat memasukkan anggaran Tamsil dan TPG itu ke APBD Perubahan, lantaran waktu penyusunanannya sudah dilakukan pada Agustus 2024 lalu. "Kami tidak mungkin mengamprahkan di bulan Desember, karena harus melakukan perubahan APBD kembali. Sehingga anggarannya masuk ke dalam kas daerah, dan itu menjadi SiLPA," terang Suyasa.
Mengingat anggaran untuk Tamsil dan TPG itu menjadi SiLPA, Suyasa menyebut, harus ada audit dari BPK. Dimana hasil audit baru diterima pihaknya pada akhir Mei 2025 kemarin. Setelah diaudit, dan dinyatakan SiLPA oleh BPK, baru lah anggaran untuk Tamsil dan TPG itu diajukan ke APBD Perubahan 2025.
"Pembahasan APBD Perubahan di DPRD baru dilakukan di Juni 2025 ini. Nanti setelah penetapan, seluruh SiLPA yang peruntukannya jelas seperti TPG TW 4 tahun 2024, Tamsil TW 4 tahun 2024, akan dicairkan kepada guru yg berhak," jelas Suyasa.
Keterlambatan ini diakui Suyasa sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Hal ini terjadi lantaran Kementerian harus menunggu data di akhir tahun, mengingat banyak guru yang pensiun, atau naik pangkat dan jabatan.
"Saya yakin para guru sebenarnya sudah tau kondisinya seperti itu, karena ini terjadi dari tahun ke tahun. Anggarannya baru ditransfer oleh pusat di akhir tahun. Jadi bukan karena Pemda tidak mau membayarkan," tegasnya.
Mengingat banyaknya keluhan akibat keterlambatan ini, Suyasa menyebut Tamsil maupun TPG untuk guru akan langsung ditransfer oleh Kemendikdasmen ke rekening milik guru. "Bukan lewat daerah lagi. Jadi mudah-mudahan tahun ini lebih lancar," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan