Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Pemungutan Retribusi Wisata Nusa Penida Masih Manual, Dispar Klungkung Akui Belum Maksimal
beritabali/ist/Pemungutan Retribusi Wisata Nusa Penida Masih Manual, Dispar Klungkung Akui Belum Maksimal.
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Popularitas Nusa Penida sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali terus meningkat, namun sayangnya belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem pemungutan retribusi yang efektif dan modern.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Klungkung saat ini masih menghadapi tantangan serius dalam mengelola penerimaan dari sektor pariwisata ini. Padahal, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini ditetapkan cukup ambisius sebesar Rp40 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, mengakui bahwa pemungutan retribusi masih didominasi dengan cara manual, meskipun pemerintah telah menyediakan opsi digital seperti aplikasi pembayaran dan sistem QRIS.
“Penggunaan metode digital masih belum maksimal," ujarnya, Senin (14/7/2025).
Saat ini, sekitar 35 petugas diterjunkan untuk mengelola pemungutan retribusi di titik-titik sibuk seperti Pelabuhan Sampalan, Buyuk, Toya Pakeh, hingga Devil’s Tears di Nusa Lembongan. Para petugas bekerja dalam dua shift guna melayani wisatawan setiap harinya.
Namun, lonjakan jumlah wisatawan di jam-jam tertentu sering kali membuat sistem manual ini kewalahan.
“Saat arus wisatawan membludak, proses pemungutan tidak jarang menjadi kacau dan rawan kebocoran,” katanya.
Melihat situasi tersebut, Dispar Klungkung mulai membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk merancang sistem digital yang lebih terintegrasi dan andal. Langkah ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan kepada wisatawan.
“Ini menjadi tantangan kami untuk mencapai mencapai target tinggi,” ujarnya.
Sebagai catatan, tahun lalu Pemkab Klungkung menargetkan PAD pariwisata sebesar Rp30 miliar dan berhasil merealisasikan Rp31 miliar. Untuk tahun 2025, selain menaikkan target menjadi Rp40 miliar, jumlah kunjungan wisatawan juga ditargetkan mencapai 2,5 juta orang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3271 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 756 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 695 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman