Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Puluhan Napi Lapas Singaraja Pentas Tari Janger di Bulfest 2025
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ada yang unik dari pementasan seni di Buleleng Festival (Bulfest) 2025 pada Selasa (21/6). Tepat di panggung Puri Buleleng, puluhan warga binaan Lapas Kelas IIB Singaraja unjuk kebolehan dengan menari Janger.
Meski tengah menjalani hukuman, mereka tetap diberi kesempatan untuk berkegiatan positif dengan tampil menghibur masyarakat di festival bergengsi tersebut.
Kepala Lapas Singaraja, Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, mengatakan ada 27 napi yang pentas di Bulfest. Mereka tergabung dalam kelompok seni bernama Sekaa Griya Winaya. Dari jumlah itu, 21 orang menjadi penari Janger terdiri 15 pria dan enam wanita, sementara sisanya bertugas sebagai penabuh. Penampilan mereka berhasil memukau penonton yang memadati arena sekitar panggung.
“Kami memang punya program pembinaan seni,” kata Gusti Lanang pada Rabu (20/8).
Sekaa ini, menurutnya, rutin berlatih menari, megambel, hingga mekidung di dalam Lapas. Warga binaan yang memiliki keterampilan seni ditunjuk sebagai pelatih, bahkan sesekali melibatkan sanggar seni dari luar.
“Ada yang memang sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman menari, ada pula yang baru belajar di Lapas,” terangnya.
Selama pementasan di panggung Puri Buleleng, warga binaan tersebut mendapat pengamanan khusus. Hampir 100 petugas gabungan diterjunkan untuk memastikan keamanan.
“Tentu mereka dikawal petugas. 10 menit sebelum tampil, baru lah warga binaan kami berangkatkan ke lokasi panggung. Kostum dan riasan sudah dipersiapkan sejak di dalam Lapas,” jelasnya.
Gusti Lanang menegaskan partisipasi napi dalam Bulfest 2025 membuktikan bahwa warga binaan juga bisa berkontribusi positif bagi masyarakat. Sebelumnya, napi Lapas Singaraja juga pernah tampil dalam pertunjukan seni di panggung Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Sukasada, Buleleng.
“Walaupun berada di balik jeruji, bukan berarti warga binaan tidak bisa ikut melestarikan adat dan budaya Bali. Mereka pun juga tetap bisa melakukan kegiatan positif,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan