Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Fraksi Gerindra DPRD Bali Soroti Kenaikan PBB P2, Minta Evaluasi Pajak yang Membebani
bbn/dok beritabali/Fraksi Gerindra DPRD Bali Soroti Kenaikan PBB P2, Minta Evaluasi Pajak yang Membebani.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kenaikan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di sejumlah wilayah Bali menuai sorotan.
Kenaikan yang mencapai hingga 1.000 persen dianggap tidak sejalan dengan kondisi masyarakat yang menopang sektor pariwisata.
Anggota DPRD Bali Gede Harja Astawa menilai kebijakan tersebut justru memberatkan warga. Ia menekankan bahwa masyarakat lokal adalah penopang utama pariwisata yang menghasilkan Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
”Semestinya pajak diringankan untuk masyarakat kita sebagai penopang pariwisata. Pendapatan Badung sebesar Rp10 triliun lebih bisa subsidi sebenarnya. Baik masyarakat Badung maupun masyarakat lainnya. Tidak mesti membebankan pajak semakin bertambah ke masyarakat kita,” ucap Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali ini.
Harja juga menyoroti lahan non-komersial milik masyarakat lokal yang ikut mengalami lonjakan pajak. Menurutnya, seharusnya APBD yang besar bisa digunakan untuk memberi subsidi, bukan menambah beban pajak baru.
Ia pun mempertanyakan alasan pemerintah daerah menaikkan PBB P2 di saat efisiensi anggaran sudah dilakukan, termasuk pengurangan perjalanan dinas.
”Apalagi pak Prabowo menekan hal hal tidak bermanfaat. Perjalanan dinas sudah dikurangi. Sangat dikurangi. Meski ada tambahan dana dari sana. Ini kan tambahan dana ada kemudian juga dibebankan pajak juga,” ujar Harja belum lama ini.
Lebih jauh, Harja mengingatkan agar kasus yang terjadi di Pati, Jawa Tengah tidak terulang di Bali. Kebijakan menaikkan pajak memicu demonstrasi massal yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan.
”Hanya sebagai warning saja semua masyarakat tidak menyangka Pati ending seperti itu dan itu mengganggu jalan pemerintah pusat,” imbuh Dewan asal Buleleng ini.
Ia menegaskan bahwa Gubernur Bali serta bupati/wali kota sebaiknya mengelola anggaran secara bijak agar pembangunan tetap berjalan tanpa menambah beban masyarakat.
”Mohon evaluasi dan kebijaksanaan. Pembangunan meningkat tanpa membebani masyarakat terlalu berat,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan